H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Price List

RSS _MY Post IT

RSS _Aan Life Style

Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Browser Favorit anda adalah ?

      • Internet Explorer
      • Mozilla Firefox
      • Google Chrome
      • Netscape Navigator
      • Safari
      • Opera

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Misdarul Iksan Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    Satwa Liar Mati Terpanggang di Taman Nasional

    Friday, 13/10/2006 - 12:16 WIB
    Saiful - Umum

    siberian-tiger-471057.jpgKebakaran hutan di Taman Nasional Sebangau, kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, yang telah berlangsung selama hampir dua pekan dan masih belum dapat ditanggulangi, kini dilaporkan telah menyebabkan matinya sejumlah satwa liar yang langka dan dilindungi di wilayah itu.”Kami menemukan sejumlah satwa liar, seperti ular dan kura-kura yang mati terpanggang di areal yang terbakar. Jumlah pastinya belum tahu, karena kebakaran masih berlangsung di kawasan itu,” kata seorang anggota Satuan Polisi Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Armawan, di Palangka Raya, Jumat (13/10).

    Ia mengemukakan, pihaknya kini masih terus berusaha memadamkan api yang membakar semak belukar di tepian hutan konservasi itu agar tidak merambat ke bagian dalam hutan, karena bila sampai menjalar selain akan sulit dipadamkan juga akan mengancam keberadaan flora dan fauna dilindungi di wilayah itu.

    Menurut Armawan, sejumlah satwa lain yang sebelumnya berada di habitat yang terbakar itu kemungkinan telah berpindah tempat atau bermigrasi ke wilayah lain yang belum terbakar mengingat luasnya kawasan Taman Nasional Sebangau tersebut.

    “Satwa seperti monyet dan burung-burung yang bergerak cepat kemungkinan sempat menyelamatkan diri dengan bermigrasi saat terjadinya kebakaran,” katanya.

    Kebakaran lahan dan hutan di Taman Nasional Sebangau itu, pekan lalu dilaporkan telah membakar sekitar 13 hektar areal hutan yang masih berada di tepian hutan konservasi. Hingga kini kebakaran terus meluas tapi belum diketahui luasan pastinya yang terbakar.

    “Kebakaran terjadi di kanan-kiri daerah aliran sungai (DAS) Sebangau yang merupakan batas kawasan Taman Nasional. Bahkan telah menjorok dari pinggir sungai ke dalam kawasan hingga sejauh 500 meter,” katanya.

    Ia mengakui, kemampuan pasukan pemadam kebakaran dari Manggala Agni dan Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) terbatas pada areal-areal tertentu yang dapat dijangkau dan memiliki sumber air.

    Kesulitan yang dihadapi saat ini, terutama dalam memadamkan kawasan yang telah menjorok ke dalam hutan itu adalah minimnya sumber air, baik dari parit maupun sungai kecil yang telah banyak mengering.

    “Kalau yang masih ditepian sungai bisa pakai air sungai, sedangkan yang di dalam susah. Karena sarana-prasarana minim, termasuk selang yang tidak terlalu panjang dalam menjangkau sumber air terdekat,” tandasnya.

    Pemadaman yang hingga sekarang masih dilakukan, melibatkan dua regu dari Manggala Agni dengan personel masing-masing tujuh orang dengan dibantu oleh 10 personel SPORC.

    Sebelumnya, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Kalteng, Satriadi, menyatakan, terbakarnya areal konservasi di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah, dinilai sebagai salah satu bentuk kelalaian pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup yang dilindungi.

    “Dalam hal ini yang bertanggug jawab adalah Departemen Kehutanan melalui BKSDA Kalteng, karena terbukti tidak mampu menjaga kawasan itu dari kebakaran hutan,” katanya.

    Kebakaran hutan, lanjutnya, secara pasti mulai mengancam keberadaan satwa flora dan fauna yang berada di kawasan konservasi itu, termasuk keberadaan habitat orangutan alami. Tahun lalu kebakaran juga melanda kawasan itu dan membakar sedikitnya 30 hektar areal hutan lindung. (*/lpk-KL.C)

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Liberty Reserve

    Comments

    Comment from dora
    Time: October 24, 2008 - 3: 44 pm, 3:44 pm

    tolong pada para pemerintah mulai dari tingkat bawah sampai tingkat atas untuk memperhatikan semua satwa dan flora yang hampir punah ataupun yang tidak punah untuk melestarikannya dan menghukum para penebang hutan secara liar dan yang memburu para satwa.. cukup samapi disini komentar saya… semoga pemerintah menanggapi hal ini… sekian dan terima kasih..

    Write a comment





    Save Atom InoFund.Com CentASIA Stoic EkoFund