3.200 Personel Polisi Siap Amankan Lebaran
Saturday, 28/10/2006 - 03:25 WIBblonk13 - Aceh Hari Ini
Banda Aceh - Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam, akan menurunkan 3.200 personel kepolisian untuk mengamankan lalulintas arus mudik dan hari raya di Aceh. Gelar pasukan ini akan dilakukan dalam Operasi Ketupat 2006.
Kapolda Nanggroe Aceh Darussalam, Irjen (pol) Bachrusmyah Kasman, mengatakan, selain personil kepolisian, Operasi Ketupat ini juga akan dibantu oleh Polisi Militer, tim dari Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Polisi Syariah. “Kita sudah siapkan tim gabungan, selain dari kepolisian juga dari beberapa instansi terkait yang siap membantu pengamanan akhir Ramadhan dan hari raya,†kata Bachrumsyah.
Selain pasukan pegamanan, sedikitnya 100 pos siaga kepolisian juga sudah disiapklan untuk mengamankan warga yang akan menikmati liburan hari raya. “Minimal setiap polres punya 5 pos pengamanan, dan jumlah ini bisa bertambah bisa juga berkurang tergantung situasi lapangan,†jelasnya.
Kapolda menyebutkan, situasi gangguan kamtibmas dalam tiga pekan terakhir dinilai meningkat dengan banyaknya aksi perampokan. Ini membuat polisi juga harus memberi pelayanan ekstra kepada masyarakat. Aksi perampokan yang terjadi di beberapa daerah di Aceh akhir-akhir ini, membuat warga resah. “Saya perintahkan kepada semua polisi di lapangan, untuk menggunakan senjatanya tepat sasaran. Kalau memang perampok tersebut harus dilumpuhkan, ya tembak saja, karena mereka ini sudah menganggu ketertiban dan keamanan masyarakat, pistol polisi bukan cuma untuk pajangan, tapi harus digunakan dengan tepat sasaran,†tegas Kapolda.
Bahrumsyah menegaskan, komplotan bersenjata yang melakukan aksi perampokan selama sudah tidak bisa ditolerir lagi. Sedangkan polisi berkewajiban menindak tegas agar ketenangan tercipta kembali di masyarakat.
Pun begitu, Kapolda menyatakan dalam melakukan tindakan, aparat kepolisian sebagai penegak hukum memiliki aturan-aturan sesuai prosedur yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Data Polda NAD menyebutkan dalam beberapa pekan terakhir, sedikitnya terjadi tujuh kasus perampokan bersenjata api di wilayah timur Kota Banda Aceh atau dari Aceh Besar sampai Aceh Tamiang, wilayah berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara.
Lebih lanjut, Kapolda menegaskan para pelaku kriminal perampokan bersenjata api itu merupakan “pemain” lama dan mereka akan terus melakukan kejahatan seperti yang dilakukan pada masa-masa konflik di Aceh.(blonk13)













Write a comment