Satpam Tewas Akibat dipukul Oknum Polisi
Saturday, 28/10/2006 - 07:41 WIBblonk13 - Aceh Hari Ini
Banda Aceh – Seorang petugas keamanan (Satpam) Dinas Sosial Provinsi NAD tewas akibat menerima pukulan yang bertubi-tubi. Meski sebelumnya sempat mendapat perawatan di rumah sakit Fakinah dan Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh, Jumat (27/10).
Satpam yang bernasib malang ini, bernama Mukhtar bin Razali (23) yang sehari-harinya bertugas sebagai petugas keamanan di Kantor Dinas Sosial Propinsi NAD. Menurut kesaksian seorang rekan korban, Mukhtar dipukul seorang oknum anggota polisi yang bertugas sebagai pengamanan di kediaman Kapolda NAD berinisial Fr, akibat kesalahan korban menaikkan bendera dalam keadaan terbalik di halaman kantor Dinsos NAD, pada Rabu (25/10) lalu. “Padahal yang menaikkan bendera itu bukan korban, ada rekan lain yang dimintai tolong oleh korban, karena dia harus mematikan lampu didalam kantor,†kata Agus rekan korban.
Tapi kemudian, sebutnya, Mukhtar dipanggil oleh petugas keamanan dikediaman Kapolda dan kemudian langsung dibawa ke halaman belakang dan dipukuli. Mukhtar akhirnya meninggal dunia pada Jumat dini hari, setelah dirawat di UGD RSU Zainal Abidin Banda Aceh.
Sebelum kematian Mukhtar, Razaly (40) ayah korban mengaku korban sempat dimintai keterangan oleh petugas provost kepolisian di rumah sakit. “Waktu itu dia sudah bisa ngomong sedikit, tapi masih sangat kesakitan, dia mengaku sangat sakit dibagian dada akibat dipukul,†ujar Razaly.
Akibat kesakitannya, ujar Razaly, Mukhtar akhirnya menghembuskan nafas terkahirnya di rumah sakit pada jumat dini hari, dan langsung dimakamkan pada hari yang bersamaan.
Razaly berharap, pihak kepolisian bisa menuntaskan kasus ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. “Kami berharap si pelakunya bisa dihukum yang pantas, karena dia sudah membuat orang lain meninggal tanpa kesalahan yang jelas,†tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Rizayani, adik kandung korban. Menurut Riza, pihak keluarga memutuskan untuk menuntut agar pelaku bisa dihukum sesuai dengan perbuatannya. “Kami tidak mau menyelesaikan masalah ini dengan damai, ini masalahnya menghilangkan nyawa manusia, kami harap polisi bisa adil dan menghukum pelakunya,†tegas Riza.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Kota Besar Banda Aceh (Kapoltabes) Kombes pol Zulkarnain, mengatakan kasus ini akan ditangani langsung oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) NAD. “Bagi kami, kami baru sebatas untuk meminta keterangan beberapa saksi saja, sementara kasus ini akan langsung ditangani oleh pihak Polda,†ujar Kapoltabes.
Kendati demikian, menurut Kapoltabes, pihak kepolisian tentu akan memproses masalah ini sesuai dengan hukum yang berlaku.
Berita Lainnya :
- Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh Terbakar
- Angkat Korban Tsunami Drill
- Isu Telepon Merah Resahkan Warga Meulaboh
- Laga Kambing Di Simpang 5 Banda Aceh
- BASMI DEMAM BERDARAH
Comments
Comment from rully_sic
Time: October 29, 2006 - 9: 34 am, 9:34 am
NASIONALISME BUTA…!!!!!
Tidak akan membawa ke arah kemajuan…..
hanya akan membuat kita menjadi semakin mundur…
tak lama lagi..











Write a comment