Musik & Film

‘MAGGOT’, Etnik dalam Musikalisasi Metal

Sunday, 29/10/2006 - 09:20 WIB - Oleh: rully_sic

Bagi penikmat musik metal di Nanggroe Aceh Darussalam mungkin tidak asing lagi dengan nama “Maggot”. Band ini merupakan salah satu band yang mengangkat etnik Aceh dipadu dengan genre metal.

Band yang digawangi oleh Abeng dan Eri (Vokal), Rudeq dan Topan (Gitar), Panic (Bass), Aulia dan Surya (Perkusi) serta Roy (Drum) mendirikan band ini pada tahun 2004, dengan style bertopeng ala “Slipknot” (yang merupakan influence mereka), menggetarkan indera dengar metal mania di Nanggroe Aceh Darussalam, mengajak semua pendengar untuk berhead bangin mengikuti musik yang mereka bawakan.

Alunan cadas dan berat diperlihatkan dalam setiap penampilan, ditambah dengan paduan alat musik etnik rapa’i (sejenis rebana) juga dengan lirik-lirik yang mengangkat tema sosial, seakan mempertontonkan kepada penikmat musik sebuah paduan yang apik antara dua genre musik yang berbeda.

Lirik-lirik bertemakan sosial dapat didengarkan pada lagu-lagu mereka seperti yang berjudul “Ampon”. Sebuah mantra dalam kesenian “top daboh” (Debus) menghiasi intro lagu tersebut serta ditambah dengan pukulan khas Rapa’i memberikan kesan magis pada lagu tersebut di mana liriknya sendiri sarat dengan ungkapan-ungkapan religius, yang bertutur tentang penyerahan diri dan mohon ampunan kepada Tuhan. Dan kemudian dilanjutkan dengan nada-nada berat serta kualitas vokal “Growl” membuktikan kemampuan mereka meramu etnik dengan musikalisasi metal nyaris tanpa cela.

Pembuktian mereka, bahwa Maggot pantas disejajarkan dengan band nasional lain adalah ketika pencapaian mereka di Ajang Festival Musik Rock se-Indonesia. Meskipun tidak menjadi jawara, namun kemampuan yang mereka perlihatkan mampu menyihir dan memikat penikmat musik yang mengikuti acara tersebut.

Maggot, lewat musik yang mereka ciptakan, berusaha menampilkan realita dan pola pandang mereka terhadap keadaan Aceh saat ini, juga menunjukkan kemampuan dan bakat yang mungkin tidak terlihat mengingat band-band asal Nanggroe Aceh Darussalam kurang terekspose secara nasional. Paduan apik ini seakan memberikan semangat baru bagi insan musik Nanggroe Aceh Darussalam sehingga sekarang bermunculan band-band sejenis. Namun sebagai pendobrak, Maggot layak diacungi dua jempol dan hingga kini eksistensi mereka masih cukup kuat terpatri dalam ingatan penikmat musik metal di Aceh.

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index