Pilkada dan Masa Depan Aceh
Thursday, 09/11/2006 - 16:55 WIBRoni Muchtar - Umum
Menjelang PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah) mungkin banyak masyarakat yang berharap pemimpin yang akan datang akan memiliki perbedaan dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya. Karena masyarakat Aceh pada masa sekarang ini sudah mulai kritis. Sehingga masyarakat pada saat ini tidak akan hanya memilih seorang pemimpin hanya melihat dari sejarah kehidupannya saja, tapi juga melihat sejauh mana calon pemimpin masa depannya mampu membuat masyarakat serta kehidupannya menuju lebih baik.
2 tahun pasca tsunami telah membuat sebagian masyarakat sadar bahwa tidak bisa mereka selalu begini, mereka butuh pemimpin yang bisa mengajak masyarakatnya untuk mampu serta bisa bangkit dari keterpurukan yang telah menimpa mereka. Masyarakat Aceh sudah melalui banyak masa-masa sulit yang mungkin sangat sulit untuk dilupakan. Mulai dari konflik yang berkepanjangan, musibah gempa dan tsunami dan beberapa masalah lainnya yang tentu sudah sangat menguras tenaga dan pikiran masyarakat Aceh. Pemerintah sendiri seperti juga masih belum berani untuk melakukan pilkada secara mendiri, ini disebabkan Aceh masih dalam keadaan kritis. Masih ada kemungkinan akan timbulnya konflik-konflik baru. Ini dapat dilihat dengan datangnya pemantau-pemantau asing yang datang untuk melihat proses pemilihan langsung pemimpin Aceh. Pemimpin yang kedepannya harus mampu mengerti apa keinginan masyarakat serta upaya-upaya apa saja yang bisa memenuhi semua aspirasi masyarakat Aceh yang selama ini selalu tersumbat dan sulit disalurkan.
Memang sangat riskan sekali melihat pemerintah Indonsia membiarkan pihak asing turut terlibat dalam proses pilkada di Nanggroe Aceh Darusalam, karena pemerintah seolah-olah lepas tangan akan proses ini. Tapi kita selaku masyarakat yang punya pemikiran yang dewasa harus mampu melihat itu sebagai suatu langkah belajar serta sebagai suatu cara untuk menyampaikan kepada dunia bahwa Aceh yang mengalami pasang surut dalam berbagai bidang mampu melakukan suatu pesta demokrasi secara damai.
Untuk itu para pemimpin yang mengikuti pilkada kedepan harus mampu mengontrol massanya agar bisa menerima kekalahan sebagai suatu kemenangan dalam proses sebuah demokrasi. Tanpa itu bukan tidak mungkin akan muncul konflik baru yang bisa membuat Aceh kembali kedalam keterpurukan. Sudah saat nya masyarakat Aceh menunjukkan cara berfikir serta cara menunjukkan identitas suatu daerah dan bangsa yang punya sejarah panjang sehingga mampu dipandang sebagai langkah maju yang mampu membuat semua masyarakat yakin bahwa proses ini tidak main-main.
Para calon pemimpin sendiri harus bisa mengimplementasikan semua program yang akan dijanjikan kepada masyarakat selama proses pengenalan agenda kerjanya. Bukan tidak mungkin banyak sekali program-program atau agenda-agenda kampanye itu hanya lukisan untuk menyakinkan para pembelinya bahwa semua yang ada dilukisan itu adalah nyata. Untuk itu mari sama-sama kita siapkan semua proses ini menuju yang lebih baik serta jauh dari pada kepentingan pribadi atau golongan, sehingga ini merupakan usaha semua masyarakat Aceh bisa lebih baik.
Berita Lainnya :
- Saatnya Anda Yang Menentukan Masa Depan Aceh Ditangan Anda
- Aceh, Saatnya Memilih Pemimpinmu
- Sukses Pilkada Jaminan Perdamaian Di Aceh
- Pengaruh Pemantau Asing Di Pilkada Aceh
- Renungan Akhir Tahun
Comments
Comment from reza
Time: June 11, 2008 - 1: 52 pm, 1:52 pm
pemimpin aceh, menggantungkan nasib ke pihak asing ini mengakibatkan pengebirian sikap dan semangat aceh baru….
awas bahaya demokarsi semu yang dipilh dari pesta demokarsi telah melunturkan etos demokrasi dengan sikap tidak kompromisnya sang pemimpin baru yang terpilh..











Write a comment