Persahabatan Warkop
Jum-at, 10/11/2006 - 15:47 WIBww_jero - Gaya Hidup
Warung Kopi, dua kata yang tidak asing lagi bagi masyarakat di Aceh dan Banda Aceh khususnya. Nah Sekilas mungkin orang hanya beranggapan warung kopi hanya untuk minum secangkir kopi, tapi itu adalah anggapan yang salah…koq bisa ya? Sekarang warung kopi bukan hanya dikunjungi orang tua saja, anak-anak juga berada diwarung kopi. Trus kenapa donk mereka suka kewarung kopi ?? apa rasa kopinya yang enak? Atau tempatnya yang asik…ini menjadi pertanyaan semua orang yang tidak suka ke warung kopi. Ternyata jawaban yang didapat dari beberapa orang yang kerap ke warung kopi adalah “Persahabatan dan informasiâ€. Kalau Cuma itu apa tidak didapatkan ditempat lain…??mereka kembali menjawab, Persahabatan dan informasi di warung kopi sangat jauh berbeda, disini kita bukan hanya minum kopi sajaâ€.
Makin menjamurnya warung-warung kopi di Banda Aceh adalah sebuah bukti dimana banyak informasi-informasi update berasal dari sana. Contohnya saja seseorang Mahasiswa yang mendapatkan informasi tentang masalah kampusnya diwarung kopi..koq bisa ya…??
Ya tentu saja bisa..kehadirannya diwarung kopi pada intinya memang bukan hanya untuk minum kopi. Pada awalnya mungkin iseng untuk mampir ke warung kopi tapi kenapa jadi ketagihan? Efek kopi mungkin hanya sedikit, tapi persahabatan dan informasi adalah yang menjadi tujuan utama. Coba saja perhatikan jauh-jauh keluar dari rumah atau kantor hanya untuk pergi ke warung kopi favorit, setelah sampai di sana akan ada obrolan-obrolan dan itu mungkin tidak didapatkan ditempat lain.
Persahabatan warung kopi memang sangat unik,biasanya orang mendapatkan teman disekolah, dikantor atau dilingkungan tempat tinggal. Tapi persahabatan warung kopi sangat berbeda,semua kalangan bisa menjadi teman kita dan itu terjadi secara tiba-tiba disaat kita berada disana. Aneh memang, mengeluarkan uang setiap harinya demi secangkir kopi. Kalau kita kembali bertanya, apakah persahabatan bisa kita beli dengan uang?? Sebenarnya uang yang kita keluarkan untuk secangkir kopi tersebut adalah sebuah jembatan yang nilainya tidak bisa diuangkan.
Sekarang coba kita resapi makna dari persahabatan warung kopi,walau mengeluarkan uang setiap hari, menghabiskan waktu berjam-jam, namun semua itu akan menjadi berharga jika kita sudah menemukannya.
Berita Lainnya :
- Kopi Luwak Rp5,8 juta per kilo
- Biji Hitam bernama kopi
- Aktifitas Banda Aceh Kembali Normal
- Langkah Awal Dari Sebuah Komunike Bersama
- Album Amy Yang Fantastis
Comments
Comment from djarrotte
Time: Januari 4, 2007 - 4: 29 pm, 4:29 pm
Menarik di saat seorang anak kecil bernama Risky membuat film dokumenter yang berjudul “Jangan Ngopi”. Pandangan kontradiktif seorang anak kecil tentang budaya menghabiskan waktu di warung kopi yang tidak ingin dia ikuti.
Comment from afrizal
Time: Februari 10, 2007 - 9: 03 pm, 9:03 pm
ehm….sadar tidak sadar warung kopi adalah media alternatif dan media tradisional, tempat dimana segala bentuk dan jenis informasi tersaji…so gak hanya kopinya aja sajiannya..ya gak sih….met ngopi dech ![]()
Comment from waka timphan
Time: Mei 25, 2007 - 6: 53 pm, 6:53 pm
Di warung kopi semua inspirasi tertuang dan diberi ruang, kendati tidak sedikit waktu terbuang. Semoga waktu yg kita gunakan untuk ngopi lebih menghasilkan sesuatu yang postif.














Write a comment