IFRC di Aceh Hingga 2009
Thursday, 16/11/2006 - 02:49 WIBRoni Muchtar - Aceh Hari Ini
Setelah melakukan meeting dengan BRR (15/11) di Kantor Pusat BRR di Lhueng Bata Banda Aceh, Marie Muhammad selaku Ketua Palang Merah Indonesia bersama dengan beberapa delegasi Internasional Federation Red Cross (IFRC) melaporkan hasil pekerjaan serta permasalahan yang dihadapi oleh beberapa red cross atau red crescent negara sahabat yang terlibat dalam proses rekontruksi serta rehabilitasi di Aceh.
Sebagian dari red cross atau red crescent telah hampir menyelesaikan program serta proses rekontruksi dan rehabilitasi dibeberapa bidang di Nanggroe Aceh Darussalam. Proses dari semua program tersebut berjalan dengan sangat baik walaupun ada beberapa kendala yang kadang kala menghambat semua proses rekontruksi serta rehabilitasi di Aceh.
Hasil Mou antara pihak yang ditanda tangani tanggal 6 Mei 2005 hingga akhir 2009 ini telah menyelesaikan 12.000 rumah yang 3.152 rumah adalah rumah permanen, 14 puskesmas serta 13 polindes. Pada bidang mata pencarian adalah pengembangan usaha kecil, 4 proyek balai pertemuan masyarakat dan 10 lokasi pemberian dana kerja atau cash for work.
IFRC juga melakukan program air bersih yang memiliki hampir 1.755 lokasi air bersih yang digunakan dan dikonsumsi masyarakat dan memiliki 98 unit pompa air. Seluruh program ini didiukung oleh beberapa red cross negara sahabat seperi Amerika Serikat, Belgia, Australia,Belanda,Denmark, Hongkong,Inggris, Irlandia,Jepang,Jerman,Kanada,Korea,Kuwait,Turki,Malaysia,Norwegia,Perancis, Saudi Arabia, Singapura, Spanyol,Swiss,serta Uni Emirat Arab.
Tetapi banyak diantara mereka yang masih melakukan beberapa proyek yang hingga kini masih berjalan. Seperti proyek pembanguna pelabuhan di Meulaboh yang didanai oleh Palang Merah Singapura serta pembuatan desa terpadu oleh Palang Merah Cina. IFRC juga masih banyak memiliki beberapa program lain yang akan dilakukan kedepan yang segera direalisasikan.
Seuruh proyek yang dilakukan oleh palang merah beberapa negara ini juga diaudit oleh auditor independen sehingga kecil kemungkinan untuk terjadi penyalahgunaan dana atau terjadi korupsi disetiap palang merah tersebut.
Berita Lainnya :
- Buka Puasa PMI Nanggroe Aceh Darussalam Bersama Anak Yatim
- Palang Merah Jepang Serahkan 2 Bus Bantuan
- American Red Cross : Siaga Bencana
- Waskita Karya “Bebas”
- Lomba Mewarnai Gambar Di SD Tanjung Disambut Antusias
Comments
Comment from Dr.Ryan
Time: November 30, 2007 - 2: 21 pm, 2:21 pm
I wanna be your local partner.
Comment from fira
Time: October 25, 2008 - 12: 41 pm, 12:41 pm
sudah dua tahun saya pindah ke aceh tapi saya perhatikan IFRC tidak pernah mengadakan kegiatan sosialisasi dengan masyarakat yang tinggal disekitar kantor IFRC ( Jl.Ajuen jempiet ), dalam cuaca yang pancarobah, IFRC hanya melakukan fogging disekitar kantor IFRC padahal IFRC itu Lembaga yang bergerak dibidang kesehatan













Write a comment