Aceh, Saatnya Memilih Pemimpinmu
Friday, 08/12/2006 - 00:43 WIBRoni Muchtar - Umum
Kamis kemarin (7/12) masa kampanye telah berakhir. Rasanya sudah banyak sesuatu atau hal-hal penting yang telah disampaikan oleh para calon gubenur, calon walikota maupun calon bupati kepada para pendukung masing-masing. Rasanya para pendukung pasangan calon ini tinggal menunggu saja realisasi dari semua calon tersebut seandainya pada saat penghitungan suara nanti mereka berhasil memenangkannya.
Pilkada yang menurut beberapa pengamat merupaka pemilihan kepala daerah terbesar yang pernah ada di Indonesia. Besar dalam tanda kutip maksudnya adalah pemilihan kepala daerah ini terjadi pada saat Aceh masih dalam proses Rekontruksi serta rehabilitasi pasca gempa dan tsunami 26 Desember 2004 lalu. Sehingga banyak sekali LSM dan beberapa NGO Asing yang ikut serta dalam proses tersebut akan melihat secara langsung sebuah proses demokrasi untuk menentukan hari depan rakyat Aceh.
Selain itu Aceh juga baru saja menyelesaikan konflik bersenjata selama 30 tahun, yang tidak hanya menguras tenaga, pikiran tapi juga penuh dengan pengorbanan serta tetes air mata, darah dan nyawa. Masyarakat Aceh sudah saat menentukan pilihannya kedepan untuk kembali membangun Aceh yang lebih bermatabat serta mampu disegani tidak hanya di Indonesia tapi diseluruh dunia bahwa Aceh mampu mewujudkan perdamaian ini serta mempertahankan nya sehingga akan timbul kepercayaan dari dunia luar akan keseriusan Rakyat Aceh yang rindu akan damai.
Kedua proses ini tentu memicu serta menjadi cambuk bagi kita semua untuk bersama-sama menjaga proses pilkada damai ini dengan baik. Hindari permainan money politik serta hal-hal kotor lainnya terhadap pasangan calon lain. Sehingga pilkada yang berkualitas, transparan serta jujur ini akan menjadi contoh yang baik bagi daerah lain.
Kampanye yang dimulai pada 24 November 2006 lalu berjalan dengan baik, Walaupun ada beberapa kekurangan tetapi semua itu masih dalam tahap wajar serta masih dalam norma batas politik yang sehat. Dengan Selesainya masa kampanye ini diharapkan kepada masyarakat untuk kembali memikirkan sapa yang menurut mereka yang mampu dan berhak memimpin daerah ini, kota ini serta daerahnya kabupatennya masing-masing. Ini tentu akan menjadi suatu tanda tanya besar. Mampukan rakyat Aceh bersikap dewasa untuk memilih calon figur pemimpin untuk mewujudkan sebuah demokrasi di Tanah Rencong ini tanpa harus ada sebuah paksaan, rayuan serta intimasi dalam bentuk apa pun. Semua kembali terpulang pada Rakyat Aceh sendiri apakah mau perubahan yang berarti atau hanya jalan ditempat tanpa adanya suatu perubahan. Pilihlah calon pemimpin sesuai dengan hati nurani serta ciptakan pemilihan ini secara damai, sudah saat kita bangun Aceh ini menjadi sebuah tempat dimana rakyat bisa mendapatkan keamanan dalam beraktifitas, dalam bersaing serta mewujudkan syariat Islam yang kaffah di bumi Serambi Mekkah
Berita Lainnya :
- KPA Menyatakan Netral Pada Pilkada
- Saatnya Anda Yang Menentukan Masa Depan Aceh Ditangan Anda
- Pilkada dan Masa Depan Aceh
- Cagub NAD Paparkan Visi Misi
- Sekjen PBB sambut kemenangan Irwandi - Nazar











Write a comment