Interpeace Pantau Proses Perdamaian Aceh
Tuesday, 19/12/2006 - 10:49 WIBblonk13 - Aceh Hari Ini
Setelah Aceh Monitoring Misssion (AMM) menyelesaikan misi pemantauan perdamaian di Aceh, sebuah lembaga International Interpeace akan melanjutkan misi pemantauan proses perdamaian di Aceh. Lembaga yang juga dipimpin oleh Martti Ahtisaari seorang fasilitator perundingan perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia nantinya akan memulai tugasnya januari 2007 mendatang. Meskipun demikian lembaga ini bukanlah pengganti dari mandat AMM di Aceh.More…Konsultan Interpeace, dr. Farid Husain mengatakan, kehadiran Interpeace di Aceh untuk memelihara dan menumbuhkan perdamaian yang sedang bersemi di Aceh. Namun Farid menegaskan bahwa kehadiran mereka di Aceh bukan sebagai pengganti AMM. “Interpeace bukan untuk menggantikan AMM, Kami hanya bertugas memelihara perdamaian di Aceh,†kata Farid Husain, kepada wartawan, Selasa (19/12).
Farid menyebutkan, selama berada di Aceh Interpeace akan memberi berbagai masukan bagi pemerintah, termasuk misalnya jika ada potensi-potensi kekerasan yang bisa merusak perdamaian. “Kami tidak akan mengambil keputusan terhadap sesuatu persoalan yang muncul, tapi memberikan masukan kepada pemerintah,†kata dia. Dalam melaksanakan tugasnya di Aceh, ada empat tugas utama yang akan dilakukan Interpeace dalam memantau perdamaian Aceh, yaitu tindakan pencegahan (preventif), sosialisasi (promotif), kuratif, dan rehabilitasi berbagai masalah di masa perdamaian ini. Interpeace yang merupakan lembaga yang bergerak di bidang pembangunan perdamaian ( Peace Building ) berpusat di Genewa, Swiss. Lembaga ini juga dipimpin oleh fasilitator perundingan damai antara Gerakan Aceh Merdeka dan pemerintah Indonesia, Martti Ahtisari.
Rencananya Interpeace akan berada di Aceh dalam jangka waktu yang lama. Menurut Farid, Interpeace akan berada di Aceh selama tiga hingga empat tahun. Dengan beranggotakan 35 orang personil Interpeace nanti juga akan memantau perkembangan penyaluran dana reintegrasi bagi korban konflik dan pelanggaran HAM. Lembaga ini juga didukung oleh negara-negara Asean dan Uni Eropa seperti Jepang, Canada dan Finlandia.
Berita Lainnya :
- IPI INTERPEACE Resmi Beroperasi Di Aceh
- Dokter Bedah di Balik Damai Aceh
- Sukses Pilkada Jaminan Perdamaian Di Aceh
- Kehadiran Hasan Tiro di Aceh Diharapkan Bawa Kesejukan
- Hasan Tiro Bertemu Wapres Jumat Ini











Write a comment