Aksi Blokir jalan Di Aceh Besar Makin Menggila
Wednesday, 20/12/2006 - 12:42 WIBblonk13 - Aceh Hari Ini
Photo by: blonk13
Aksi pemblokiran jalan di dua kawasan di Kabupaten Aceh Besar, makin menggila. Selain dimintai uang, pengguna jalan juga ada yang memang dilarang lewat oleh warga, meskipun memberi uang kepada warga yang menjaga jalan tersebut.
Aksi pemblokiran jalan ini terjadi di desa Deah Mamplam, Kecamatan Leupung dan Desa Curieh, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. “ Kami hanya menuntu pembayaran atas tanah kami yang kini dijadikan jalan, tapi sampai sekarang belum dibayar,†ujar Faisal, seorang pemuda desa Deah Mamplam, Leupung, yang setiap hari memintai uang kepada pengguna jalan yang melewati areal jalan Desa Deah Mamplam.
Menurut Faisal, uang yang dimintai kepada pengguna jalan, tidak ditetapkan jumlahnya. “kami hanya meminta kepada orang yang mengemudi mobil, mereka terserah mau beri berapa, biasanya lima ribu,†ujar Faisal.
Di ruas jalan Desa Deah Mamplam, ini, terlihat banyak pohon kayu dan kawat berduri yang dibentangkan didepan pos penjagaan anak muda desa. Dan disitu para pemuda ini meminta sejumlah uang kepada pengemudi mobil. “Uangnya kami simpan di kas pemuda desa sini, hal ini tidak terkait dengan desa,†ujar Faisal.
Hal yang lebih parah lagi, terjadi di kawasan Desa Curieh, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Para pengemudi kendaraan justru tidak diizinkan melintasi jalan tersebut, karena proses ganti pembayaran kepada warga belum diselesaikan.
Hamid, seorang pengemudi truk dari arah Calang, Aceh Jaya, mengaku sudah lima hari truknya tidak bisa jalan karena terhadang oleh pemblokiran warga di kawasan Lhoong, Aceh Besar. “ Truk saya ada di Lhoong sudah beberapa hari, saya menumpang sebuah sepeda motor ke Leupung ini, dan sekrang saya mau balik lagi mau ambil truk,†ujar Hamid.
Sebelumnya pemda Aceh Besar sudah melakukan pertemuan dengan warga Deah Mamplam dan mengatakan sudah memasukkan ajuan dana ke RAPBD kabupaten Aceh Besar. “Tapi sampai saat ini belum ada realisasi dari janji untuk bayar tersebut,†ujar Faisal, warga Desa Deah Mamplam.
Berita Lainnya :











Write a comment