Pilih Kamera yang Mana ?
Rabu, 20/12/2006 - 01:22 WIBchikuyy - Fotografi
Tidak jarang dan tidak sedikit orang yang bingung ketika harus menentukan kamera mana yang mesti dibeli di sebuah toko kamera. Sewaktu berangkat dari rumah, niat kita cukup sederhana, yaitu membeli sebuah kamera yang berfungsi untuk mengabadikan saat-saat indah dalam hidupnya. Sederhana. Tapi begitu kaki melangkah masuk ke sebuah toko kamera, kita langsung dihadapkan dengan pemandangan puluhan jenis dan bentuk kamera. Kesan pertama, takjub, heran, dengan posisi mulut setengah terbuka (baca: tercengang). Ternyata ada banyak jenis kamera yang akan ditawarkan dengan masing-masing keunggulan dan akhirnya, kita pun harus memilih. Nah, agar tidak terlalu bingung, disini akan sedikit dijelaskan dengan sangat sederhana beberapa jenis kamera berikut keunggulannya dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan. Dus, ujung-ujungnya pertimbangan isi dompet juga sangat menentukan ïŠSLR dan Fixed Lens
Banyak bentuk kamera yang ditawarkan. Ada yang kecil dengan warna-warna yang menawan, ada juga yang bentuknya besar dengan “moncong†yang panjang dengan berat yang hampir setara dengan “dumbell†di tempat fitness. Diciptakannya rupa-rupa bentuk itu ada kaitannya dengan siapa penggunanya. Apakah si pembeli adalah fotografer amatir, yang menggunakan kamera hanya untuk mengabadikan momen-momen sehari-hari, acara keluarga atau malah untuk lucu-lucuan. Atau si pembeli adalah fotografer yang ingin profesional di bidang fotografi, lebih dari sekedar hobi.
Pada manusia, kita dianugerahi sepasang mata untuk melihat. Pada kamera, si kamera juga (pasti) dianugerahi oleh pabriknya sebuah mata yang dikenal dengan nama Lensa. Secara tekhnis, ada 2 jenis lensa dalam dunia perkameraan. Lensa fixed dan SLR (Single Lens Reflex). Lensa fixed adalah lensa yang sudah terpasang langsung di kamera secara permanen. Artinya, lensa tersebut tidak bisa dilepas dan dipasangkan lensa jenis lain. Dan sebaliknya, lensa jenis SLR memungkinkan pengguna untuk menggonta-ganti lensanya sesuai kebutuhan. Awalnya, kamera digital menggunakan lensa fixed. Baru kemudian, seiring dengan perkembangan, muncullah kamera digital dengan lensa SLR. Beda lainnya apa? Dari segi harga. Kamera dengan lensa fixed cenderung lebih murah dibanding kamera SLR (walau kini, untuk beberapa type memiliki harga yang hampir sama). Secara otomatis, kualitasnya pun berpengaruh. Jelaslah kamera SLR hasilnya lebih baik dibanding kamera dengan lensa fixed. Nah, sudah sedikit membantu. Bila niat kita untuk membeli kamera hanya untuk keperluan pribadi, atau keluarga, kamera dengan lensa fixed bisa jadi pilihan. Dan ada 2 jenis kamera lensa fixed yang beredar di pasaran. Yaitu Kamera Kompak dan kamera superzoom atau kamera prosumer. Makhluk apakah itu??
Compact Camera
Menurut kamus, compact ini bisa berarti ringkas, kecil, gampang dibawa. Dan di-Indonesiakan menjadi Kompak. Mungkin biar bermakna “akrab’â€secara isi kantong atau nantinya akan menimbulkan kekompakan antara pemilik dan kameranya. Hehe.. Istilah lainnya adalah pocket camera. Pocket artinya kantong, jadi ini bermakna bahwa kamera tersebut berukuran tidak begitu besar sehingga bisa masuk ke kantong / saku atau mungkin harganya yang sangat cocok dengan kantong kita (baca: murah). Hmm.. analogi yang maksa..
Kamera jenis ini menggunakan lensa fixed. Selain itu, fitur yang disediakan juga terbatas. Mode Otomatis dari kamera kompak adalah yang menjadi daya tarik. Cocok buat pengguna awam, yang tidak ingin ribet dengan aturan tekhnis. Begitu posisi ON, langsung jepret. Beberapa fitur juga dibuat otomatis (seperti White Balance) yang intinya untuk memudahkan dalam penggunaan. Dan hasilnya juga cukup memuaskan. Namun kini sudah banyak kamera kompak yang memiliki pilihan Manual. Artinya, si pemakai bisa mengatur sendiri ukuran diafragma, shutter, ISO dan lainnya yang biasanya hanya ada pada kamera digital SLR (DSLR). Untuk kualitas, rata-rata kamera kompak yang beredar memiliki daya tangkapan 5 – 8 megapiksel (MP) atau mungkin lebih.
Di sisi lain, banyak kamera kompak memiliki fitur tambahan yang membantu proses pengambilan. Yaitu Optical Image Stabilizer atau Electronic Shake Protection. Fitur ini mampu menghindari gambar buram, karena dapat menahan getaran saat tombol rana kita tekan. Keunggulan utama lainnya adalah, kamera kompak menyediakan sebuah layar display yang bisa menampilkan apa yang tertangkap lensa secara langsung. Jadi, pengguna tidak perlu repot mengintip objek melalui lubang kecil yang disebut viewfinder seperti yang disediakan pada semua kamera DSLR. Asik kan? Walau fitur ini membuat baterei lebih boros.
Kamera Prosumer / Super zoom
Dari penampilan, kebanyakan kamera jenis prosumer memiliki bentuk mirip kamera DSLR. Ya, badan yang lebih besar dibanding kamera poket dan moncong yang cukup panjang. Kamera prosumer merupakan kamera dengan lensa fixed tapi memiliki kuantitas zoom hingga (max) 12x. Kamera prosumer juga memiliki fitur istimewa seperti anti goyang, fokus yang menakjubkan dan continous shot yang cepat.
Untuk kualitas hasil poto, jenis prosumer menawarkan rentang MP hingga 8 MP (bahkan lebih). Tersedianya pilihan modus Manual memungkinkan pengguna untuk men-setting sendiri pengaturan yang diinginkan layaknya kamera DSLR. Malahan, untuk beberapa jenis kamera Prosumer sudah menyediakan lensa tambahan.
Dari segi harga, kamera prosumer memang memiliki harga yang kadang hampir menyamai kamera DSLR. Jadi terserah anda. Bila menginginkan kualitas yang menyamai DSLR tapi tidak mau repot harus gonta-ganti lensa dan setting ini itu, kamera prosumer pilihan yang pas.
Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex)
Inilah kamera dengan kasta tertinggi. Fitur yang ditawarkan melebihi kamera jenis lainnya. White Balance, Shutter Speed, Difragma, ISO dan sebagaimana bisa kita tentukan sendiri untuk mendapatkan hasil maksimal (disamping memang sudah disediakannya modus Otomatis). Kita juga bisa dengan mudah mengganti lensa sesuai dengan keinginan kita (dengan harga yang cukup mahal juga tentunya). Kualitas hasil tangkapannya jangan diragukan. Dengan angka MP yang sama dengan kamera prosumer atau kompak, hasil pada DSLR bisa 15x lebih baik.
Kalau kamera lain memiliki keunggulan merekam gambar dengan cahaya tinggi, DSLR bahkan mampu menghasilkan gambar yang sempurna dengan kondisi cahaya rendah. Pantaslah kalau DSLR merupakan pilihan yang tepat bagi fotografer profesional dan pengguna yang menganggap fotografi lebih dari sekedar hobi.
Ada harga atas sebuah kualitas. Begitu juga dengan kamera ini. Dengan bentuk yang tidak modis dan bobot yang bisa membuat lengan berotot, kamera jenis DSLR dijual dengan harga mulai 7 jutaan hingga puluhan juta. Lengkap dengan lensa kit nya.
Akhirnya, semuanya berpulang ke calon pengguna. Kamera mana yang akan dipilih yang sesuai dengan kebutuhan dan pas dengan kondisi kantong. Dan untuk hasil yang maksimal, penulis hanya mengingatkan. Istilah “Man Behind the Gun†tetap berlaku. Apapun kameranya, tergantung orang yang menggunakannya.
Berita Lainnya :
- KAMERA DIGITAL, Pocket Masih Menguasai Pasar
- Sejarah Fotografi
- Cara memotret dengan kamera HP yang baik
- Tips di dalam Fotografi
- Sekilas tentang Fotografi
Comments
Comment from AnaK_SaBaNG
Time: Desember 22, 2006 - 3: 57 am, 3:57 am
terima kasih bang chi_kuyy
ini yang aku tunggu-tunggu dari dulu
jadi deh beli camera DSLR biar bisa foto kapal cepat lagi ![]()
Comment from nero
Time: Juni 20, 2007 - 4: 37 am, 4:37 am
bro.. kalo kamera prosumer fuji finepix s 5600 ada lensa tambahannya ga??
trus bisa manual ga atur fokusnya, diputer2 kaya slr lensanya
Comment from azisa
Time: Oktober 4, 2007 - 5: 45 pm, 5:45 pm
setuju ok tapi pilihan yang murah dan cukup baik mohon dimikutkan minimal yah menurut anda














Write a comment