H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Price List

RSS _MY Post IT

RSS _Aan Life Style

Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Browser Favorit anda adalah ?

      • Internet Explorer
      • Mozilla Firefox
      • Google Chrome
      • Netscape Navigator
      • Safari
      • Opera

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Misdarul Iksan Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    DPRD Kota Banda Aceh “Unjuk Kekuatan”

    Friday, 22/12/2006 - 18:25 WIB
    Roni Muchtar - Aceh Hari Ini


    Photo by: Onik
    Menjelang Serah terima Sultan II Selim Aceh Community Center pada acara peringatan gempa dan tsunami 26 Desember 2006. Kembali DPRD Kota Banda Aceh mulai menunjukkan kekuatan sebagai wakil yang dipilih oleh rakyat. Kasus lahan pada komplek kantor Walikota dan DPRD Kota Banda Aceh yang digunakan sebagai tempat berdirinya gedung Aceh Community Center kembali digugat oleh para wakil rakyat tersebut. DPRD Kota Banda Aceh mengancam akan memblokir jalan menuju Aceh Community Center pada peringatan 2 tahun tsunami yang akan diadakan pada tanggal 26 Desmber 2006 seandainya kepemilikan gedung tersebut tidak diserahkan oleh mereka. PMI Nanggroe Aceh Darussalam selaku pihak yang akan menerima gedung untuk kepentingan msyarakat ini masih melakukan koordinasi dengan pihak PMI pusat dan Bulan Sabit Merah Turki.Sikap arogan yang ditunjukkan oleh DPRD Kota Banda Aceh ini dianggap Bulan Sabit Merah Turki selaku donatur gedung ini merasa sangat kecewa. Mereka menganggap DPRD Kota Banda Aceh sama sekali tidak menghargai apa yang telah mereka lakukan selama ini. Bulan Sabit Merah Turki sendiri akan menunda bahkan akan mengelola gedung ini sendiri seandainya masih banyak pihak yang berlomba-lomba memperebutkan gedung yang menghabiskan dana sekitar 900.000 US Dollars.

    Kasus yang bermula dari penggunaan lahan komplek kantor Walikota dan DPRD Kota Banda Aceh jelas membuat Bulan Sabit Merah Turki sangat terpukul. Mengingat pada 26 Desember 2006 ini, mereka akan kedatangan Wakil Perdana Menteri Turki serta para pejabat teras Turki. Bahkan para wartawan Turki baik media elektronik dan media cetak. Kunjungan Wakil Perdana Menteri Mehmet Ali Sahin ini dalam rangka peresmian beberapa proyek yang dilakukan Bulan Sabit Merah Turki yang merupakan perwakilan masyarakat Turki yang selama ini membantu dalam proses rekontruksi dan rehabiltasi Aceh pasca gempa dan tsunami.

    DPRD Kota Banda Aceh masih menganggap mereka sebagai salah satu pihak yang berhak terhadap gedung ini. Karena DPRD Kota Banda Aceh adalah pihak atau perwakilan masyarakat yang memiliki otoritas untuk menggunakan gedung ini. DPRD Kota Banda Aceh juga menyinggung mengenai lemahnya Memorandum of Understanding (MOU) yang ditanda tangani pada bulan Januari 2005 antara pihak Bulan Sabit Merah Turki dan pihak pemerintah yang diwakili oleh walikota pada masa itu yaitu Mawardi Nurdin.

    Sampai berita diturunkan belum ada tanggapan secara resmi dari pihak DPRD Kota Banda Aceh mengenai ancaman akan ada pemblokiran jalan pada saat peringatan gempa dan tsunami pada gedung Aceh Community Center. Pihak BRR sendiri selaku pegawas proses rekontruksi dan rehabilitasi sendiri terlihat tidak bisa berbuat apa-apa dengan hal ini. PMI NAD sendiri terlihat pasrah dengan sikap DPRD Kota Banda Aceh.

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Liberty Reserve

    Comments

    Comment from peace
    Time: December 22, 2006 - 8: 51 pm, 8:51 pm

    Aku merasa sikap DRPD kota banda aceh terlalu berlebihan dan kekanak-kanakan, ini tercermin dari sikap mereka dengan mengancam pihak internasional yang concern membantu aceh dalam hal gedung diatas.

    yang menjadi pertanyaan, mereka adalah wakil rakyat yang mengontrol setiap kebijakan eksekutif (walikota), tapi dimanakah mereka pada saat itu, ketika pejabat walikota melakukan MoU dengan pihak turki, seharusnya klo memang mereka tidak setuju ya dari dulu disampaikan, kan DPRD punya otoritas untuk melakukan itu.

    sekarang klo begini maka, warga Kota banda aceh akan sangat malu akibat perilaku para bajingan (anggota) dewan itu, udah siap di bantu malah mau cari untung, ini kelihatan sekali bahwa anggota dewan sekarang hanya mencari materi dan keuntungan pribadi, selama ini banyak sekali kinerja mereka yang tidak beres dan malah tidak dikerjakan sama sekali, mereka hanya sibuk dengan hal-hal yang bisa membuat mereka senang (tempat basah).

    saya menawarkan 2 solusi tentang persoalan diatas :
    1. bayar kembali uang NGO tersebut secara total, tanpa ada resiko pengadilan, artinya klo pun di tuntut maka pejabat walikota lama yang bertanggung jawab.

    2. Anggota dewan wajib turun ke lapangan, tuk meminta aspirasi masyarakat kota atas keberadaan gedung ini, apakah nantinya gedung ini benar2 berguna untuk warga kota atau hanya gedung tuk para pejabat busuk, apalagi klo dikelola oleh DPRD maka akan jadi tempat duduk politisi busuk, mungkin sekalian tempat buang video hehehe.

    duahal diatas menurut saya penting karena ini juga menyangkut rasa terima kasih kita serta penghargaan terhadap kinerja NGO dari turki yang telah banyak dan sangat maksimal bantuannya bagi warga Kota banda aceh yang terkena musibah tsunami.

    saya pribadi sangat tidak sepakat apa yang telah ditunjukkan dewan, ini tidak profesional, tidak etis dan tamak. jangan menggunakan alasan tsunami sehingga dewan pada saat itu tidak bekerja itu bukan alasan, apapun keadaan anda, anda telah disumpah klo siap mengabdi pada rakyat menjadi wakil dan pelayan rakyat dengan meninggalkan segala kepentingan pribadi dan kelompok. Jadi alasan diatas tidak dapat dibenarkan dalam berbagai situasi dan kondisi serta INI SANGAT MEMALUKAN!!!

    thanks

    Comment from noname
    Time: December 23, 2006 - 11: 34 am, 11:34 am

    Mang…sudah begitu budaya orang indonesia,menuntut ilmu setinggi mungkin,mencari pamoritas semata-mata hanya untuk menambah penderitaan orang-orang yang rawan untuk ditindas,dizalimi,dirampas hak-haknya tanpa ada pertimbangan sedikitpun….
    terlepas dari persoalan yang sedang GRESS diatas,di provinsi nanggroe aceh darussalam pasca bencana gempa & tsunami merupakan lahan bagi para politisi busuk untuk meraup keuntungan tanpa peduli HAK,AMANAH orang…
    sangat disayangkan…bangsa yang mayoritas beragama islam tapi berperilaku melebihi kekejaman bangsa ISRAEL yang terus merebak di internasional tentang pelanggaran hak azazi…tapi coba cerna,pahami..apakah bangsa ini tidak lebih busuk dari ISRAEL,bangsa ini hanya sebuah bangsa yang kebijakan bisa dibuat dalam waktu sesaat tanpa ada pertimbangan dan kesepakatan,kita sadari bangsa ini bangsa yang menjunjung tinggi musyawarah untuk mencapai satu kemufakatan tapi hanya bagi kalangan/kelompok tertentu,yaitu Si Pembuat Kebijakan…
    setiap cobaan ada hikmahnya….
    BENAR…!!!!! bahwa hikmah itu hanya dimiliki oleh elit-elit BUSUK,yang moralnya tidak jauh dari moral yang dimiliki oleh manusia amoral…
    kemanakah harga diri mereka,naluri yang sepatutnya dimiliki oleh yang namanya MANUSIA…tapi menurutku mereka bukanlah MANUSIA,tidak beda dengan BINATANG…
    ini bukti bahwa bangsa ini telah dihuni oleh manusia dan generasi JADAH…tanpa ayah dan ibu,dibesarkan dengan nafkah haram,disusui dengan darah babi,di didik dengan ajaran binatang…
    cobalah bertanya…”kenapa bangsa ini tidak pernah hentinya diberi peringatan oleh PEMILIK ALAM RAYA INI…”
    bukan hanya gempa dan tsunami diaceh peringatan tapi masih menanti yang lain..peringatan yang mungkin lebih dasyat dari pada peristiwa 26 desember 2006…ingat wahai WAKIL RAKYAT,PEMIMPIN Pertiwi ini, bahwa azab yang melanda pertiwi ini karena undangan akhlak dan “undangan” kalian…yang membenarkan yang salah dan yang mengkambing hitamkan kebenaran…
    mungkin tulisan ini bukan yang pertama atau yang keseratus tapi tulisan ini adalah urutan yang kesekian kalinya…untuk para pemegang amanah rakyat…tapi apakah pernah ada perubahan yang berarti..??? apalagi yang signifikan…ternyata para pemimpin bangsa ini masih banyak “Lembaran Undangan” yang masih harus dibagikan kepada….Gempa Bumi jilid II,Tsunami jilid II,Banjir Bandeng Jilid II,Kebakaran Hutan Jilid II,Tanah Longsor Jilid II,dan entah siapa lagi yang akan mendapatkan “Undangan” dari PEMIMPIN - PEMIMPIN,WAKIL-WAKIL BERMORAL BUSUK…
    semoga tidak akan ada lagi generasi JADAH…di Pertiwi ini..

    Peaceeeee…!!!!!!

    Comment from ww_jero
    Time: December 23, 2006 - 12: 12 pm, 12:12 pm

    Hal yang sangat aneh,pemerintah kita terlalu meributkan hal2 yang nggak perlu..lebih bagus pikirin rumah warga yang blm dibangun,beras semakin mahal,minyak tanah semakin langka..eh malah mikirin tanah + bangunan mewah yang sudah terbangun indah…walah!!!!

    Comment from Lon blawu
    Time: December 29, 2006 - 4: 03 am, 4:03 am

    Yang paling perlu mendapat perhatian dari Kodya Banda Aceh saat ini adalah, jangan rusak Taman Sari di depan kantor walikota dan segala atribut yang ada didalamnya hanya untuk sekedar menjadi tempat bermain-main (dulu sebelum tsunami pernah disewakan untuk satu cafe) dan malah pernah jadi tempat mangkal wanita-wanita yang ga jelas asalnya. ingat itu adalah situs budaya yang perlu dilestarikan tanpa perlu bangunan-bangunan baru

    Comment from DPRD_bangsat
    Time: January 2, 2007 - 4: 38 am, 4:38 am

    Dalam hidup ini ingin sekali rasanya menampar muka orang -orang yang ada di DPRD dan BRR.

    Write a comment





    Save Atom InoFund.Com CentASIA Stoic EkoFund