H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Price List

RSS _MY Post IT

RSS _Aan Life Style

Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Browser Favorit anda adalah ?

      • Internet Explorer
      • Mozilla Firefox
      • Google Chrome
      • Netscape Navigator
      • Safari
      • Opera

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Misdarul Iksan Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    Renungan Akhir Tahun

    Saturday, 30/12/2006 - 18:59 WIB
    Roni Muchtar - Umum

    Perayaan Hari Raya Idul Adha 1427 H serta pergantian tahun baru 2007 yang begitu berdekatan tentu sangat jarang sekali terjadi. Perayaan Idul Adha dan pergantian tahun ini bisa menjadikan suatu langkah yang tepat untuk merenungkan kembali apa yang sudah kita lakukan selama ini. Beberapa kejadian serta beberapa kejadian penting mengikuti beberapa gerak langkah kita selama ini.

    Bencana, Perdamaian mengiringi tahun 2006. Peringatan gempa dan tsunami membuat masyarakat Aceh sadar akan sebuah persatuan antara setiap manusia yang selama ini kurang terjalin dengan baik. Gempa dan tsunami2 tahun lalu menjadikan sebuah momentum serta sejarah bagaimana seluruh manusia yang ada dimuka bumi ini tertuju kesebuah daerah yang selama ini merupakan daerah konflik selama 30 tahun lamanya.

    Mereka ini datang membantu masyarakat Aceh tanpa melihat warna kulit, agama serta sejarah masing-masing negara mereka. Gempa dan tsunami yang menimpa Aceh sendiri merupakan salah satu momen besar dan merupakan salah satu proses rekontruksi serta rehabilitasi terbesar didunia pasca bencana besar tersebut. Bagaimana tidak, bencana tersebut membuat rakyat Aceh harus rela kehilangan 200 ribu lebih korban jiwa belum termasuk korban yang hilang. Serta merta rakyat Aceh membutuhkan lebih kurang 100 ribu rumah yang hancur oleh bencana terbesar diakhir tahun 2004 tersebut.
    Butuh suatu proses yang panjang untuk mengembalikan kepercayaan serta semangat rakyat Aceh untuk bisa kembali membangun daerah yang tak hanya tercabik-cabik oleh perang yang berkepanjangan. Tapi dibalik bencana besar tersebut ada satu hikmah yang bisa diambil. Dua pihak yang selama ini terus saja berperang akhirnya sepakat damai. Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menandatangani suatu kesepakatan damai di helsinki Finlandia. Yang merupakan langkah awal yang baik menuju Aceh yang lebih baik.

    Tapi lambatnya proses pembangunan yang dilakukan oleh Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi NAD dan NIAS seperti menimbulkan permasalahan baru, karena masih banyak sekali mesayarakat yang terkena imbas bencana masih banyak yang belum tersentuh. Seandainya pemerintah pusat tidak segera bertindak dengan 2 tahun masa kerja BRR yang belum menunjukkan hasil yang signifikan ini tentu akan menjadi bumerang untuk timbulnya sebuah konflik akan ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah pusat. Jika tidak tertangani dengan baik bukan tidak mungkin Aceh akan kembali bergejolak.

    Sisi lain yang haris disambut dengan baik adalah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Aceh yang banyak ditakutkan beberapa akan mengalami kerusuhan serta konflik, kini malah sebaliknya. Pilkada Aceh berjalan dengan damai dan demokratis. Ini membuat dunia internasional yakin akan komitmen masyarakat Aceh yang sudah sangat merindukan kedamaian yang mereka nantikan selama 30 tahun lebih terus saja bergelut dengan air mata dan darah.

    Pemerintah sendiri harus bijak serta paham akan hal ini. Jangan terus saja merongrong Aceh dengan berbagai macam cara. Berikan Aceh kembali kebebasan untuk menjalankan suatu sistem pemerintahan yang sah. Kemenangan pasangan Gubernur Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar manjadi titik suatu kebangkitan dan keinginan rakyat Aceh yang memilih serta yakin dengan memberikan hak pilih mereka kepada pasangan ini. Keraguan akan kepemimpinan pasangan ini memang membuat pemerintah pusat dan beberapa pengamat masih saja diragukan. Hal ini tentu sangat wajar. Karena pasangan ini merupakan salah satu simbol perlawanan masa konflik yang ingin Aceh keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tetapi hal tentu tidak tidak membuat pikiran pemerintah menjadi kolot serta ingin kembali membuat satu kebijakan yang nantinya akan membuat situasi yang selama ini sudah kondusif kembali berkecamuk oleh sesuatu yang sepele.

    Masyarakat Aceh sudah mengerti dan memahami akan hal ini, jika kedua pemimpin ini tidak mampu memimpin serta membantu rakyatnya, sudah tentu rakyat memiliki hak yang sangat tinggi untuk menentukan apakah pemimpin ini layak atau tidak layak dijadikan suatu barometer akan keseriusan seorang pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat.

    Tapi pada saat euforia sedang melanda Aceh akan kesuksesan pilkada ini, Aceh kembali dirundung tangis. Masyakat Aceh Tamiang yang kini dalam keadaan labil perlu dengan segera kita bantu. Musibah banjir yang menimpa daerah tersebut akan menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi kita untuk bisa menjaga hutan serta bersahabat denga alam dengan lebih baik sehingga dengan demikian masyarakat tidak perlu merasakan suatu akibat dari perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

    Oleh karena itu mari kita gunakan Idul Adha serta pergantian tahun ini sebagai salah satu refleksi kita untuk bisa membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik serta bisa membuat masyarakat sadar akan betapa pentingnya sistem. Sistem dimana kita saling bantu, saling jaga serta memiliki toleransi yang tinggi akan beberapa hal yang terjadi didalam sebuah masyarakat. Sehingga dengan timbulnya hal tersebut akan membuat semuanya menjadi lebih sangat baik serta memacu segalanya menjadi lebih terkoordinir. Mari sama-sama kita buat ini sebagai salah satu renungan atau sebagai salah satu cara agar masyarakat lebih berfikir rasional.

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Liberty Reserve

    Write a comment





    Save Atom InoFund.Com CentASIA Stoic EkoFund