Aktifitas Banda Aceh Kembali Normal
Tuesday, 02/01/2007 - 10:21 WIBRoni Muchtar - Aceh Hari Ini

Photo by: Onik
Setelah beberapa hari ini semua kantor instansi pemerintah serta beberapa kantor LSM/NGO menjalani libur nasional menyambut Hari Raya Idul Adha 1427 H dan tahun baru 2007. Selasa (2/1) beberapa kantor pemerintahan terlihat kembali beraktifitas kembali. Dikantor Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam terlihat sudah mulai aktif kembali walaupun tidak semua pegawai yang masuk kerja pada hari ini. Beberapa departemen lain pun terlihat serupa, hanya beberapa pegawai saja yang sudah memulai bekerja.
Tetapi menurut beberapa pegawai negeri sipil, aktifitas penuh kantor akan dimulai pada Rabu (3/1) karena ada sebagian pegawai yang mudik. Kantor LSM/NGO baik lokal maupun international sendiri hari ini juga memulai kerja pertamanya ditahun 2007 ini. Aktifitas ini dapat dilihat dari kantor International Federation Red Cross (IFRC) di Ajun Jeumpit yang sudah mulai dijejali oleh pegawainya. Mobil-mobil LSM/NGO pun sudah mulai berseliweran di seputaran Banda Aceh.
Pasar-pasar pun sudah mulai melakukan aktifitasnya walau masih beberapa pedagang saja yang sudah menggelar daganggannya. Ini terlihat di pasar Ulee Kareung simpang 7, hanya beberapa pedagang sayur mayur serta pedagang pisang yang sudah aktif. Beberapa disepanjang toko di Ulee Kareung pun terlihat masih tutup. Di Jalan Muhammad Jam dan Panglima Polim sendiri ada beberapa toko yang masih tutup. Bank-bank pun terlihat sudah mulai kembali melayani para nasabahnya seperti pada Bank Mandiri dan Bank Central Asia.
Beberapa warung kopi ternama di Banda Aceh sendiri yang mulai buka hari ini seperti warung kopu Chek UK, warung kopi Bang Topik dan Warung Kopi Jasa Ayah mulai diserbu pelanggannya. Beberapa aktifitas lainnya masih terpusat di Mesjid Raya Baiturrahman. Masyarakat dan anak-anak ramai mengunjungi salah satu Mesjid Terindah di Asia ini.
Lalu lintas di seputaran kota Banda Aceh sendiri mulai kembali padat. Beberapa jalan protokol seperti sp 5, Simpang Jam Taman Sari dan Teuku Umar.













Write a comment