H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Price List

RSS _MY Post IT

RSS _Aan Life Style

Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Browser Favorit anda adalah ?

      • Internet Explorer
      • Mozilla Firefox
      • Google Chrome
      • Netscape Navigator
      • Safari
      • Opera

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Misdarul Iksan Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    Sudah Saatnya Berubah Dan Bangkit

    Friday, 19/01/2007 - 03:33 WIB
    Roni Muchtar - Umum

    Akhirnya hal yang menjadi kebiasaan Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) kembali terjadi. Pelatih tim nasional Indonesia Peter Withe akhirnya harus turun tahta dari kursi kepelatihan setelah gagal memenuhi ambisi serta harapan besar pengurus PSSI pusat yang menginginkan satu gelar kejuaraan. Hal ini terjadi menyusul hasil imbang 2-2 yang didapat oleh timnas Indonesia di kejuaraan Piala Asia 2007 ketika melawan Singapura.

    Apakah semua ini merupakan salah dari pelatih jika suatu tim gagal untuk mendapatkan satu gelar. Satu tanda tanya besar ini selalu saja muncul ketika tim sepak bola Indonesia selalu saja gagal dalam meraih kejuaraan yang mereka ikuti. Tidak sepenuhnya kesalahan kita timpakan kepada Peter Withe. Pemain seharusnya juga harus memiliki rasa tanggung jawab kepada bangsa dan negara yang mereka bawa ke ajang internasional.

    Rata-rata pemain yang masuk kedalam timnas ini merupakan pemain yang memiliki skill yang mumpuni di klubnya. Bahkan mereka memiliki kontrak yang besar. Dan ketika mereka bermain di klub mereka sendiri, pemain ini seolah-olah memiliki tenaga kuda yang siap berjuang bahkan bertarung skill dan fisik untuk mendapatkan kemenangan.

    Tapi apa yang terjadi ketika mereka bermain dilevel timnas, mereka layaknya seperti pemain yang baru saja belajar main bola. Lemah dan tak berdaya, apalagi ketika mereka bermain dengan timnas Singapura yang notabene merupakan negara yang baru saja berkembang dalam hal persepakbolaan tetapi mereka mau belajar dan terus melakukan revolusi untuk bisa merubah persepakbolaan mereka agar bisa bersaing dengan negara Asia Tenggara lainnya.
    Sudah seharusnya mulai dari sekarang timnas Indonesia serta pengurus PSSI mulai tidak memandang sebelah mata kepada tim-tim negara Asia Tenggara seperti Vietnam dan Singapura. Bahkan Myanmar pun pelan-pelan sudah mulai bangkit persepakbolaannya ini terlihat dari beberapa pertandingan yang mereka tampilkan. Walaupun kalah mereka mampu menampilkan satu corak permainan yang bisa dinikmati.

    PSSI harus sudah mulai bisa menerapkan suatu program regenerasi pemain serta lebih memanfaatkan pemain-pemain muda di timnas Indonesia. Dengan rutinnya percobaan pertandingan serta tingginya jam terbang bisa menjadi suatu pembelajaran mental pemain. PSSI yang selalu saja mengkambing hitamkan pelatih harus dibuang jauh-jauh. semua seharusnya melakukan intropeksi serta melihat kembali apa yang membuat sebuah tim ini gagal bukan hanya bisa melakukan pemecatan terhadap pelatih. Memang pelatih merupakan sentral utama dalam mengatur taktik. Tapi untuk mencapai sebuah kesuksesan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
    Peter Withe sendiri membutuhkan waktu 3 tahun untuk bisa membuat Thailand menjadi salah satu kekuatan yang sangat ditakuti di Asia Tenggara. Itu pun harus didukung oleh manajemen sepakbola Thailand dengan penuh tanpa ada hambatan. Tapi nasi sudah jadi bubur, pengurus PSSI langsung saja memecat pelatih berkebangsaan Inggris ini pasca pertandingan.

    Apapun yang terjadi kedepan timnas Indonesia membutuhkan satu pelatih yang mengerti bagaimana mengelola sumber daya sepakbola bangsa ini. Banyak bibit pemaian dari Sabang sampai Merauke yang terlewatkan oleh PSSI. Pemilihan pemain timnas Indonesia pun tidak boleh hanya terbatas pada liga yang diikuti klub-klub lokal tetapi juga bisa melalui satu kejuaraan yang dilakukan didaerah-daerah sehingga PSSI bisa melihat bibit-bibit baru pemain sepak bola yang memiliki karakter yang kuat untuk berjuang bagi timnas Indonesia yang diambang titik jenuh yang sangat tinggi.

    Masyarakat Indonesia sudah sangat merindukan Bendera Merah Putih berkibar di Lapangan sepak bola yang selama ini miskin akan prestasi. Prestasi yang bisa mengangkat moral bangsa serta mampu mengobati masyarakat Indonesia yang selalu saja menyaksikan timnas nya harus pulang dengan kepala tertunduk dan tanpa iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang merupakan lagu kemenangan bagi setiap rakyat Indoensia.

    Untuk itu PSSI sepertinya harus segera melakukan reformasi yang menyeluruh disetiap sudut organisasi ini. Timbulkan rasa nasionalisme yang ada. Jangan jadikan kekurangan fasilitas menjadi satu kendala, gunakan hal tersebut sebagai cambuk bahwa Timnas Indonesia bisa bangkit dengan fasilitas seadanya. Dengan demikian bisa menjadi suatu momentum yang baik bagi timnas bahwa setiap perjuangan membutuhkan suatu pengorbanan, apalagi untuk mengharumkan nama bangsa ini. seakan-akan mengingatkan kita akan kata-kata mantan presiden Amerika Serikat, Jhon F Kennedy : jangan tanya apa yang negara ini berikan kepadamu tapi tanya pada dirimu apa yang kamu berikan kepada negara ini.

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Liberty Reserve

    Write a comment





    Save Atom InoFund.Com CentASIA Stoic EkoFund