H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Price List

RSS _MY Post IT

RSS _Aan Life Style

Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Browser Favorit anda adalah ?

      • Internet Explorer
      • Mozilla Firefox
      • Google Chrome
      • Netscape Navigator
      • Safari
      • Opera

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Misdarul Iksan Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    Canon in D Mayor

    Monday, 29/01/2007 - 17:02 WIB
    gojan36 - Musik & Film

    Johann Pachelbel, komposer kelahiran 1 September 1653 di Nuremberg Jerman. Wafat pada 3 maret 1706 Nuremberg Jerman. Pachelbel merupakan maestro dari masa Barouque melalui karya besarnya Canon in D Mayor. Canon D dibuka dengan cello atau basso, biola dan harpa mulai terdengar perlahan secara bersamaan, dengan nada yang lembut frekwensi harmonisasi mulai meningkat ketika 3 suara biola dan cello memainkan variasi melodi dimana nada bass tetap memainkan jalur D secara konsisten.

    Bass pada Canon D yang mengatur tempo komposisi menggunakan Chord mudah D – A – B minor – F Sharp Minor – G – D – D – A secara konstan dan berulang sebanyak 30 kali. Bagian paling menarik pada komposisi, ketika Biola satu memainkan variasi A lalu pindah ke B, biola dua mulai dengan A. Saat biola Satu berada di C biola dua pindah ke B dan biola tiga memulai pada A begitu seterusnya dengan menghasilkan harmonisasi suara biola satu, dua, tiga, serta Cello. Contoh mudahnya seperti tiga orang mengucapkan: apa, apa , apa, nya dong.

    Total 28 variasi, disetiap bagian memperindah struktur Komposisi. Ilustrasi komposisi ini seperti matahari terbit di ufuk barat pada pembukaan dan matahari tenggelam di ufuk timur pada penutupan komposisi, benar-benar mencerminkan hari yang indah dengan segala kejadiannya. Super Fantastis!! Kata yang tepat untuk musik klasik ini hanyalah MASTERPIECE!!

    Canon in D Mayoir banyak di Aransemen oleh para musisi salah satu versi rock kedengaran seperti musik God Bless di era 80an. Melodi pada gitar terlalu menggumbar partikular harmonik. Beat-nya monoton, melodi yang kehilangan suara tiga dan empat pada komposisi asli membuat musik kedengaran kosong.

    Yang sangat luar biasa ”Canon Rock” aransemen JerryC, musisi dan arranger kelahiran Taiwan 31 Agustus 1981, bernama lengkap Jerry Chang. Ia mengubah Canon In D Mayor menjadi Progresif Rock. Hasil karyanya di pamerkan melalui website pribadinya. Dari tablature di website ini, seorang musisi misterius yang menyebut dirinya “Funtwo” memainkan aransemen JerryC. Video permainan gitar Funtwo yang cuma bisa disaksikan melalui webside video-sharing berdurasi 5 menit 20 detik telah mengetarkan dunia, sampai saat ini lebih dari 12 setengah juta kali telah disaksikan orang dan telah mendapat sekitar 28.000 komentar. Pada gambar video terlihat seorang pemuda memainkan gitar dengan super cepat, memakai baju biru dan topi. Sepanjang permainan ia menyembunyikan wajahnya.

    Funtwo menggabungkan semua tehnik gitar Sweep-picking, bendding, partikular harmonik, harmonisasi suara satu, dua, tiga pada gitar serta distorsi disajikan secara super cepat, menjelajah kesemua grip gitar. Di pertengahan musik ia memasukkan beat Hip-Hop (pada versi klasiknya menggunakan harpa.)

    Pemilihan sound dan efek sangat membuat yang mendengar tidak bosan apalagi pada nada ”outside” nya. Funtwo tidak kehilangan satu nadapun dari versi aslinya.

    jerryc-2.jpgBanyak sekali orang yang mengaku sebagai Funtwo setelah kemunculanya di internet. Hasil penelusuran dan Investigasi New York Times, dapat dipastikan Funtwo adalah Jeong-Hyun Lim 23 tahun seorang pemuda Korea (lihat photo) yang sejak kecil mendengar musik-musik klasik. Baik JerryC dan Funtwo sampai saat ini belum mendapat kontrak rekaman dari perusahaan rekaman manapun. New York Times sendiri menjuluki Funtwo Sebagai The New Jimmy Hendrix.

    Bagi anak Band, gitaris, yang mendalami ilmu gitar, harus menyaksikan permainan Funtwo. Memainkannya sebagai latihan menjadi wajib hukumnya. Setelah berlatih dengan Canon Rock dijamin kemampuan skill, felling dan akurasi peak meningkat pesat. Bagi mereka yang mengemari musik klasik juga coba dengar dan bandingkan dengan komposisi aslinya ,bagaimana aransemen Canon Rock ini begitu cerdas dan berani.

    He’s Rock !!!

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Liberty Reserve

    Comments

    Comment from recca
    Time: February 1, 2007 - 5: 17 pm, 5:17 pm

    benar-benar jenius ni bocah, dia bisa mainin semua trik gitar pada musik rock untuk musik klasik n juga permainannya lebih halus. n yang paling aku suka pada saat dia mainin bagian terakhir, dia turun ke nada minor. it’s great men, funtastic!!!

    Comment from BoNz
    Time: September 17, 2008 - 1: 11 pm, 1:11 pm

    Selain bocah ini, ada jg bocah jenius lainya
    coba search nama matt rach
    dia juga baru berumur 15 taon tuh haha ga kalah jeniusnya dr si funtwo

    si khaluah20 jg keren, meski ga jago tp keren aja liat ce maen canon rock haha

    Write a comment





    Save Atom InoFund.Com CentASIA Stoic EkoFund