Chit Chat
Pantai, Surfing, dan Penjaga Pantai
Tuesday, 06/02/2007 - 16:10 WIB - Oleh: gojan36

Pantai Lhoknga berjarak kurang lebih 12 Km sebelah barat pusat kota Banda Aceh. Di pantai ini banyak orang yang melakukan olah raga Surfing baik itu surfer lokal maupun surfer asing. Dalam setahun memiliki 2 tipe ombak, Beach Break (ombak pantai) dari bulan Juni sampai bulan November pada saat musim angin barat. Reef break (ombak karang) dari bulan Desember sampai bulan Mei pada saat musim angin timur.
Bagi para surfer ada 5 point ombak yang bisa dikendarai :
- Left Hander, ombak kiri berjarak 300 meter dari bibir pantai. ombak kiri ini lebih mudah dikendarai, sangat bagus buat orang yang balajar surfing dan merupakan favoritnya orang Jepang.
- Peak Point, ombak kanan dan kiri berjarak 300 meter dari bibir pantai.Arusnya kuat, harus lebih hati-hati jika berselancar disini.
- Cemara Right Point, ombak kanan 300 meter dari bibir pantai juga favoritnya orang Jepang.
- Suri Point, ombak kanan berjarak 200 meter dari bibir pantai. Suri adalah nama surfer Lamphu’uk yang meninggal sewaktu Tsunami, untuk mengenang Suri diberikanlah nama point ini dengan namanya dimana semasa hidup Suri selalu berselancar dan menjadi â€raja†di point ini.
- Out Side Right Hander, ombak kanan berjarak 500 meter dari bibir pantai. Arusnya kuat dan berbahaya, di point ini pernah ada serombongan turis manca negara berselancar dengan Boat Trip.
Jika swell (gelombang) sedang besar, tinggi ombak bisa mencapai 2,5 Meter dengan 7 set ombak yang frekwensinya sering, biasanya 3-4 hari Full Moon saat musim angin timur. Jenis karang di pantai Lhoknga ini bukan karang hidup seperti di Nias dan Mentawai, jenis karang ini tidak berbahaya.
Buat pemula dan yang ingin belajar surfing tidak perlu takut karena pada hari Sabtu, Minggu dan libur nasional lainnya ada penjaga pantai yang bertugas. Sekedar informasi, di sepanjang pantai Sumatra baru di pantai Lhoknga sajalah yang memiliki penjaga pantainya. Setelah adanya penjaga pantai ini, jumlah korban yang meninggal karena tenggelam menurun drastis.
Selain tempat surfing, pantai Lhoknga sering dijadikan orang untuk sekedar bersantai atau berendam menikmati air laut. Yang sangat harus diperhatikan bagi yang mandi dipantai ini, 100 Meter ke kanan depan tebing pantai Lhoknga terdapat palung bekas kapal tongkang terdampar. Arusnya sangat kuat dan berputar kalau sudah terperangkap diarus ini jarang yang bisa keluar dengan selamat. Rata-rata korban meninggal di hari saat penjaga pantai tidak bertugas, juga para korban menggunakan celana jins yang sangat tidak aman bagi orang yang berenang.
Pernah pada tahun 2006, dalam sehari 20 orang tenggelam terseret arus ke palung maut ini. Syukurlah semuanya berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai dan para surfer yang bermain pada hari itu. Ini merupakan rekor terbesar sampai saat ini. Kesalahan mereka cuma satu : TIDAK MEMATUHI TANDA BAHAYA YANG ADA DI PANTAI.
Perlu diketahui jika ada bendera merah yang dipasang di wilayah pantai, itu artinya wilayah itu arusnya sangat kuat dan sangat berbahaya untuk keselamatan. Jika bendera kuning yang dipasang, itu berarti pantai aman dan boleh digunakan sepuasnya. Jadi tolong dipatuhi rambu-rambu ini demi keselamatan sendiri. Rambu larangan bahaya ini dibuat bukan untuk menarik perhatian anak-anak yang baru mengenal warna-warna, tapi untuk mengurangi tingkat kecelakan di pantai.
Mengetahui,memahami dan mematuhinya menjadi hal yang sangat penting.
Pengetahuan dasar bagaimana cara menyelamatkan diri jika terseret arus pantai, sangat berguna di saat yang diperlukan. Jika kita terjebak dan terseret arus di pantai hal yang harus dilakukan adalah jangan panik, jangan berenang melawan arus dan berenanglah ke arah “escape area” (lihat gambar), berteriaklah minta tolong atau melambaikan tangan agar penjaga pantai atau orang-orang di sekitar melihat kita.
(Didedikasikan khusus buat teman-teman surfer lokal Suri, Djenggo, Fajrin, Andre dan Nanda yang menjadi korban tsunami 2004 lalu. Semangat kalian kami teruskan untuk memajukan surfing di Aceh)







