UNICEF : Pembukaan 4 Child Centre Pertama Di Daerah Bekas Konflik
Thursday, 15/03/2007 - 06:44 WIBIhsan - Event
UNICEF Aceh hari ini Kamis (15/3) mem\buka Empat Child Centre (Pusat Kegiatan Anak) bertempat di kabupaten Benar Meriah yang terkena dampak konflik. Keempat Child Centre tersebut adalah yang pertama selesai dibangun dari total Delapan Child Centre yang direncanakan dibangun di kabupaten tersebut.UNICEF bersama dengan mitra nya Child Fund mendukung Pemerintah Indonesia dalam melakukan pemulihan psikososial dan reintegrasi anak dan keluarganya dari Benar Meriah, yang terkena dampak konflik bersenjata antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan TNI.
Handewi Pramesti, Communication Officer UNICEF dalam release nya, mengatakan Unicef dan mitra-mitranya dapat lebih leluasa memperluas program-programnya di daerah bekas Konflik setelah terjadinya penandatanganan perjanjian perdamaian bulan Agustus 2005.
Handewi menambahkan Setiap Child Centre yang dibangun memakan biaya sebesar US$ 1,500 atau sekitar Rp. 15 juta. Di rencanakan diperuntukkan sebagai tempat kegiatan psikososial dan masyarakat di 8 desa, termasuk Musara Pakat, Pulau Intan, Reronga, Pantan Sinaku, Lampahan Intak, Rime Raya, Blang Rakal, dan Singah Mulo.
Lebih lanjut Handewi mengatakan merka juga telah membentuk fasilitator desa yang terdiri dari satu pria dan satu perempuan yang nantinya ditunjuk untuk dapat menjalankan aktifitas, mengawasi dan membicarakan masalah-masalah perlindungan anak seperti anak yang terpisah, anak dengan kemampuan khusus, eksploitasi seksual, pelecehan, perdagangan anak dan pekerja anak, meningkatkan kewaspadaan dan advokasi masalah-masalah perlindungan anak, memobilisasi kelompok masyarakat, yaitu kelompok perempuan, kelompok pemuda dan pemimpin agama, dan menunjukkan risiko dan mendukung anak-anak, perempuan dan keluarga yang rentan.
Child Centre ini nantinya di harapkan akan berfungsi juga sebagai tempat penguatan peran pemuda dalam proses integrasi. Kegiatan-kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan, membentuk perkumpulan pemuda masyarakat dan kelompok sebaya serta merancang kegiatan-kegiatan penyadaran akan perdamaian.
Berita Lainnya :
- Lokakarya untuk Menciptakan Peradilan Anak yang Ramah Anak di Aceh
- Sosialisasi Draft Qanun Perlindungan Anak dimulai
- Lima Sekolah Permanen Selesai Di Aceh
- Jackie Chan Lakukan Kunjungan Perdamaian Ke Timor Leste
- Unicef Bangun Ratusan Sekolah di Aceh-Nias











Write a comment