Kembali ke Laptop
Friday, 23/03/2007 - 09:52 WIBRoni Muchtar - Umum
Anggota DPR RI selalu saja membuat suatu keputusan yang sangat bertolak belakang dengan kondisi masyarakat pada saat ini. Belum tuntasnya kasus kompensasi korban lumpur panas lapindo, korban longsor dan gempa di Sumater Barat serta beberapa daerah lainnya. Hal ini sepertinya tidak menyadarkan para wakil rakyat ini. Bukankah sebaiknya para wakil rakyat ini datang berkunjung serta melihat secara langsung bagaimana penderitaan rakyat yang memilih mereka untuk bisa duduk nyaman disebuah gedung besar disenayan Jakarta.
Pengadaan laptop yang diminta para wakil rakyat ini jelas semakin menambah daftar panjang kontroversial anggota DPR selama ini. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah dengan gaji yang diterima para wakil rakyat ini mereka tidak mampu membeli sebuah laptop. Ketua DPR RI Agung Laksono pun berdalih dengan mengatakan bahwa permintaan pengadaan laptop ini sudah diajukan pada tahun 2006 yang lalu tepatnya pada bulan Oktober 2006.Dan APBN 2007 sudah menyetujui pengadaan laptop ini. Dan Agung juga berjanji laptop ini ga akan jadi hak milik anggota DPR jika yang bersangkutan tidak lagi menjadi wakil rakyat. Dan ini akan menjadi invetaris DPR RI untuk masa yang akan datang.
Permintaan spesifikasi laptop para anggota DPR RI sendiri tidak main-main. Mereka rata-rata mau laptop yang ringan, terbaru, memiliki memory yang besar. Laptop ini sendiri ditaksir seharga 21 juta rupiah. Sebuah angka yang fantastis untuk harga sebuah laptop, apalagi untuk para wakil rakyat yang masih dipertanyakan manfaat laptop ini bagi mereka pribadi.
Banyak kalangan sendiri mempertanyakan, apakah dengan pengadaan laptop ini akan memacu kinerja para wakil rakyat ini. Banyak pro dan kontra mengenai hal ini. Sebagian anggota DPR sendiri ada yang mendukung dan ada yang menolak dengan pengadaan laptop ini. Fraksi PAN dan Fraksi PPP dengan tegas menolak pengadaan laptop ini. Mereka menganggap yang dibutuhkan adalah bagaimana meningkatkan kepekaan serta meningkatkan kualitas staff ahli.
Kedua fraksi ini juga menyoroti mengenai banyak sudah anggota DPR yang memiliki laptop serta diruangan sendiri sudah memiliki komputer jadi alangkah baiknya kalau DPR lebih baik menggunakan dana pengadaan tersebut untuk kegiatan yang berkenaan dengan masyarakat.
Anggota DPR sendiri sepertinya tetap pada pendirian dengan pengadaan salah satu hardware yang paling mahal untuk ukuran indonesia ini. Tetapi semuanya kembali kepada hati nurani para wakil rakyat yang sedang mencoba memikirkan rakyatnya yang dalam kesulitan disemua sudut Indonesia ini. Apakah Anggota DPR RI sudah ketularan penyakit tukul Arwana sebagai sebagai presenter yang selalu mengucapkan kata Kembali Ke Laptop.
Berita Lainnya :
- Laptop $100 Negroponte Menuai Kontroversi
- 300 Unit Laptop Ludes dalam Tiga Jam
- Tips dalam Membeli Laptop
- Ad-Hoc Wireless Connection
- Siapa Yang Salah











Write a comment