Bestek : Saturday Fever Music On Campus
Saturday, 05/05/2007 - 09:29 WIBRoni Muchtar - Event

Photo by: Onik
Bengkel Seni dan Theater Ekonomi (BESTEK) Universitas Syiah Kuala kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kampus yang tetap memberikan kontribusinya untuk memajukan musik di Nanggroe Aceh Darussalam. Sebagai salah unit kegiatan mahasiswa yang dikhususkan bagi mahasiswa ekonomi ini mengadakan acara yang menjadi rutinitas setiap tahunnya. Tema Saturday Fever music on campus r yang diusung pun seolah memberikan kesempatan bagi siapa saja mahasiswa yang ada di Universitas Syiah Kuala yang memiliki band musik berbakat dan kemauan yang tinggi untuk unjuk kebolehan.

Photo by: Onik
Kebolehan tentunya dalam segi musik yang memacu mahasiswa untuk memberikan tontonan yang menarik dan menghibur sehingga mahasiswa yang juga penikmat musik bisa menilai secara musikalitas bagaimana band yang ikut dalam acara ini bisa disenangi dan mungkin bisa dijadikan sebagai panutan untuk bisa menjadi yang terbaik.
Acara yang diikuti oleh sekitar 13 band ini tentu disambut antusias oleh mahasiswa yang memang konsen dengan musik disamping mengikuti perkuliahan dikampus masing-masing. Fatamorgana, Cool Band, The Winnie, Cell 242, Deeptain Oil, The Garings, Britoter, Black Forest , Red Car, B Com, Panglima, Conceptor dan Cape Town adalah band-band yang ingin menambah jam terbang mereka diatas panggung untuk menguji skill mereka dalam bermusik serta bagaimana membuat penonton bisa menikmati musik yang mereka sajikan. Ini tentu menjadi sebuah wadah yang baik bagi anak-anak kampus Unsyiah yang punya keinginan untuk serius dan mungkin ingin sekedar menyalurkan hobi mereka di dunia musik.
Acara yang akan berlangsung pada tanggal 28 April, 5 Mei sampai 12 Mei 2007 ini menjadi sebuah pembuktian oleh Bestek bahwa mereka masih ada dan akan terus memaksimal acara yang ada pada agenda mereka selama ini sehingga kreatifitas anak-anak Unsyiah pada umumnya dan ekonomi pada khususnya akan lebih berbobot dan memiliki makna bagi mereka yang selama ini mungkin mengalami kekurangan wadah untuk menyalurkan hobi mereka selama ini. Ajang ini juga diharapkan bestek bisa menjadi sebuah event jangka panjang dan mampu menghasilkan musisi Aceh yang handal kedepannya.
Berita Lainnya :
- Temuin Dan Tunjukkin
- ‘MAGGOT’, Etnik dalam Musikalisasi Metal
- UNGU DAN SAMSONS : RISING STARS
- PRIMA FM : 9 tahun bersama profesional
- Workshop Aceh World Musik : Perpaduan Musik Etnik dan Modern
Comments
Comment from aneuk miet
Time: May 12, 2007 - 9: 53 am, 9:53 am
Get Get na kemajuan. Tapi ingat bek ciplak_ciplak irama, lirik dan syair gob. Ureung tanyoe manteng na maruah.
Comment from arafahwulan
Time: September 25, 2008 - 2: 59 pm, 2:59 pm
ya setuju dgn comment nya aneuk miet
kita masih punya marwah
jadi ya harus hati2. kreasi boleh aja asal jgn lupa diri
salut ama anak aceh terutama BESTEK
HIDUP BESTEK
Comment from Teuku Yusrizal
Time: October 10, 2008 - 10: 00 am, 10:00 am
Bravo buat anak-anak BESTEK. Terus berkarya, cuma jangan lupa bahwa BESTEK adalah Bengkel Seni dan Teater Ekonomi. Di BESTEK bukan cuma Band doang yang ada. Mana seni-seninya yang laen, seperti seni Tari dan Teater….? Jangan cuma Band aja yang berkembang sedangkan yang laennya terpuruk. OK…Moga aja kedepannya BESTEK bisa nampilin semua kegiatan seni yang ada dalam satu pertunjukan. Sekali lagi Bravo BESTEK, maju terus………….!
Comment from zac
Time: October 18, 2008 - 12: 16 am, 12:16 am
Salut..buat BESTEK….tetap tunjukkan kreatifitas….











Write a comment