Profil
MADA Sang Saxophonist Aceh
Thursday, 17/05/2007 - 13:30 WIB - Oleh: gojan36
Saxophone adalah jenis alat musik tiup, di Indonesia alat musik ini hanya segelintir orang saja yang bisa memainkannya dengan baik. Saxophone terbagi kedalam empat jenis: Baritone, tenor, alto, dan soprano saxophone.
Adalah Mada Firmansyah cowok Cancer kelahiran Lhokseumawe 26 Juni 1983 yang merupakan satu-satunya saxophonist di NAD. Bakat seninya didapat dari sang ayah Khalik Rajab yang juga merupakan pemain Saxophone.
Mada sudah tertarik dengan musik sejak kecil, ia mulai belajar gitar dan mengasah vokalnya di sekolah musik di kotanya. Dari tahun 2003 Mada mulai serius belajar saxophone. Lagu pertama yang ia bisa mainkan Forever nya Kenny G. Mada pernah tercatat sebagai The Best Additional Player 2004 di Aceh
Selain menguasai Saxophone mada juga mahir memainkan flute bahkan ia telah menciptakan beberapa lagu dari flute ini. Obsesinya terbesar adalah bisa tampil di Java Jazz Festifal dan membuat album Saxophonenya sendiri.
Penampilan Mada Firmansyah yang mengidolai Gerz Giberto dan Dave Valentine ini dapat di saksikan setiap malam Minggu di Swiss Bell hotel. Saat ini ia aktif di tiga band Morning Glory, Maestro, dan Seramoe Reggae.
“Bermain Saxophone yang paling penting adalah keberanian memainkannya, perkuat saja di tune nya dengan cara meniup panjang Saxophone satu not empat ketukan. Setelah itu baru latih fingeringnya.†Tutur Mada waktu ditanyai menggenai trik bermain Saxophone. “Dan sangat penting untuk selalu membersihkan saxophone dan menyimpannya di tempat yang tidak lembat, karena kalau Saxophone sudah baling (lari dari nada) Saxophonenya harus dibuang karena sudah tidak dapat di gunakan lagi.†Tambah Mada.
Dan mulai bulan ini Hinamagazine akan menampilkan klinik musik yang bakal membahas dasar-dasar dan teori bermusik yang diasuh oleh Mada dan teman-teman dari musisi Aceh.






