Lingkungan Belajar yang Nyaman Bagi Murid-Murid di Lamno
Wednesday, 25/07/2007 - 01:07 WIBww_jero - Aceh Hari Ini
Sebanyak 930 siswa dan guru di tiga sekolah di kecamatan Lamno kini dapat menikmati suasana belajar-mengajar yang nyaman, oleh karena sekolah mereka telah diperbaiki kembali berkat dukungan dari lembaga kemanusiaan World Vision. Sebelumnya, gempa dahsyat yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 lalu tidak hanya menghancurkan sebagian bangunan sekolah (SD Lheut, SMP 1, dan SMU 1 Lamno); sebanyak 125 siswa dan guru pun turut menjadi korban. Halaman SMPN 1 Lamno bahkan sempat menjadi tempat bernaung bagi lebih dari 2000 pengungsi selama tiga bulan pasca bencana.Di SD Lheut yang memiliki 95 orang siswa, World Vision telah membangun kembali tiga ruang belajar baru, merehabilitasi tiga ruangan kelas, ruang guru dan kepala sekolah, serta dua fasilitas kamar mandi. Di SMU 1 Jaya yang memiliki 392 siswa, World Vision telah membangun dua ruang belajar baru, sementara di SMPN 1 Jaya (370 siswa), World Vision merehabilitasi tiga ruang belajar, perpustakaan, serta laboratorium.
“Dua lokal yang dibangun oleh World Vision bangunannya terlihat kokoh. Benar-benar pengawasannya sangat baik,†ungkap Kepala Sekolah SMA 1 Bapak Drs M. Dahlan.
Ibu Nurhaliah, Kepala SMPN 1 Lamno menyampaikan kebahagiaan murid-muridnya atas bangunan baru mereka. “Anak-anak semakin bersemangat untuk belajar, mereka bahagia sekali,†katanya.
Selama ini World Vision turut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses rekonstruksi dan rehabilitasi di bidang pendidikan di Aceh. Saat ini, World Vision membangun dan merehabilitasi 16 gedung sekolah di sejumlah wilayah kerjanya. Selain membangun sekolah, World Vision juga telah melengkapi lebih dari 25.000 anak Aceh dengan peralatan sekolah, meja dan kursi, buku pelajaran, seragam, ataupun perlengkapan olah raga untuk 167 sekolah di Lamno, Meulaboh, dan Banda Aceh/Aceh Besar.
Penguatan kapasitas pengajar juga menjadi perhatian World Vision dengan memberikan pelatihan PAKEM “Creating Learning Communities for Children/CLCC†(Menciptakan Masyarakat Peduli Pendidikan Anak) bagi lebih dari 500 guru di Aceh. Melalui program tersebut, World Vision berupaya untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam pendidikan anak-anak mereka, serta melatih para guru agar dapat menciptakan suasana belajar di kelas yang lebih aktif dan menyenangkan sehingga dapat memberikan motivasi bagi para siswa.
“Pendidikan bagi anak-anak merupakan prioritas utama World Vision, oleh karena merekalah yang akan menjadi masa depan Aceh. Ini merupakan bentuk kepedulian World Vision dalam mengupayakan terciptanya suasana yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak dalam proses pembelajaran di sekolah,†ungkap Direktur Program World Vision David Taylor. Seperti yang diugkapkan dalam siaran pers yang diterima redaksi www.hinamagazine.com
Perbaikan ketiga buah sekolah tersebut dilaksanakan World Vision sebagai bagian dari program rehabilitasinya untuk membantu masyarakat Aceh yang terdampak tsunami. World Vision telah bekerja di Indonesia sejak tahun 1960, dan memulai programnya di Aceh dua hari setelah tsunami melanda provinsi ini. World Vision merupakan lembaga kemanusiaan Kristen yang berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka yang menderita, tanpa membedakan suku, agama, maupun jender. Saat ini, lembaga ini bekerja di lebih dari 100 negara di dunia.
Berita Lainnya :
- Kehidupan Baru Bagi Masyarakat Sama Tiga, Aceh Barat
- Perahu Baru bagi Para Korban Tsunami
- Lima Sekolah Permanen Selesai Di Aceh
- Ribuan Siswa Gagal Ikuti Ujian Semester
- Sosialisasi Draft Qanun Perlindungan Anak dimulai
Comments
Comment from zengbao
Time: October 31, 2008 - 8: 16 pm, 8:16 pm
oooooohhhh i think it’s so good 4become generation aceh be succes
Comment from zengbao
Time: October 31, 2008 - 8: 21 pm, 8:21 pm
i am in jakarta now i am only say to u all u have to study hard to build ur country rite













Write a comment