UNICEF DAN UNDP SERAHTERIMAKAN SISTIM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DARI SEPTI TANK DAN SAMPAH
Monday, 20/08/2007 - 18:18 WIBww_jero - Aceh Hari Ini

UNICEF bersama dengan UNDP, proyek pengolahan limbah Multi Donor Fund, telah membangun rangkaian kolam pengolahan limbah yang dilapisi tanah liat di Desa Cot Padang Lila Km. 23, Kecamatan Padang Tiji. Kolam tersebut digunakan sebagai tempat pengolahan limbah cair dari septik tank dan lahan pengurugan sampah yang di kumpulkan dari masyarakat di sekitar kabupaten Pidie. Hari ini proyek tersebut akan diserah terimakan kepada Dinas Pendapatan Kebersihan dan Pertamanan DPKP/DISPENDA Kabupaten Pidie.
Pembangunan keempat kolam ini merupakan bagian dari pengembangan pembangunan dua kolam terdahulu yang dibangun oleh UNDP untuk pengolahan limbah cair dari lahan urug sampah. UNDP telah membangun tempat pembuangan sampah dan sistem pengolahan limbah cair dari sampah pada bulan Maret 2006, dimana pada saat ini dioperasikan oleh Dinas Pendapatan Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) di Kabupaten Pidie.
UNICEF dan UNDP telah berkerjasama untuk membangun sistem baru yang tidak hanya meningkatkan pengolahan limbah cair dari lahan urug sampah akan tetapi juga digunakan sebagai pengolahan limbah cair dari septik tank sebelum akhirnya dilepaskan ke lingkungan. UNICEF dan UNDP menjalankan proyek ini secara bersama – sama. UNICEF memberikan bantuan dalam perancangan, pengawasan dan pipa – pipa sedangkan UNDP memberikan peralatan berat, pekerja / buruh dan sisa material yang dibutuhkan.
Sistim pengolah limbah cair merupakan solusi pengolahan sementara bagi pembuangan limbah cair. Kolam – kolam tersebut sanggup menampung 20.000 liter (maksimum) limbah cair perhari dimana akan memenuhin kebutuhan 50.000 orang di Kabupaten Pidie, Lahan urug dan kolam pengolahan limbah cair ini dirancang untuk siklus 3 tahunan.
UNDP saat ini menyiapkan buku panduan bagi operasi dan pemeliharaan tempat pengolahan limbah. Sedang UNICEF akan membantu menyiapkan pada bagian pengolahan limbah cair. Sebagai tambahan dengan bantuan UNICEF, UNDP akan mengambil bagian dari program meningkatan kualitas staff Dispenda / DPKP dalam pengoperasian dan pemeliharaan keseluruhan area pengolahan limbah.
“Kami sangat mengharapkan dengan adanya sistem pengolahan gabungan limbah cair dari septik tank dan sampah akan menghasilkan limbah buangan yang ramah lingkungan bagi daerah sekitar dan masyarakat†Kata Tim Grieve, Water and Environmental Sanitation (WES) Engineer UNICEF untuk pantai timur NAD. Penumpukan limbah padat dengan bertambahnya waktu didalam kolam limbah cair akan menjadi pembuangan yang aman di sel lahan urug, seperti siaran pers yang diterima redaksi www.hinamagazine.com.
Dengan fasilitas pengolahan limbah padat dan limbah cair di Km 23 ini, UNDP dan UNICEF telah berhasil meningkatkan effisiensi pelayanan, dan pada saat yang bersamaan mengurangi biaya pengeluaran. Adapun hal yang paling penting fasilitas ini mampu mengurangi pengaruh buruk bagi lingkungan.
Berita Lainnya :
- Pengolahan limbah bernama Bush
- Limbah elektronik dibahas di Bali
- Gara-gara Kambing
- American Red Cross Membangun Sistem Air dan Sanistasi untuk Masyarakat Calang
- Satpam BRR Tewas Tenggelam
Comments
Comment from sugi
Time: September 29, 2007 - 5: 41 am, 5:41 am
bagaimana cara untuk mendapatkan bantuan alat sistem pengolahan sampah disetiap kelurahan; ini potensi penyehatan lingkungan.













Write a comment