Help Age International : MENUNTUT HAK HAK LANJUT USIA
Kamis, 04/10/2007 - 11:58 WIBRoni Muchtar - Event

Lanjut Usia di Indonesia akan bertemu dengan wakil pemerintah sebagai bagian dari kampanye global tanggal satu oktober, hari Dunia Lanjut Usia PBB, untuk menuntut perbaikan kebijakan dan tindakan terhadap penuan dinegara mereka. Help Age International dan YBA akan bergabung dengan organisasi dan kelompok Lanjut Usia dari lebih 24 negara sebagai bagian dari Age Demand Action, aksi global pertama yang pernah ada yang diorganisir oleh Lanjut Usia untuk membuat perubahan.

Help Age International menyelenggarakan kampanye diseluruh dunia untuk meningkatan kesadaran bagi masalah masalah khusus yang dihadapi oleh Lanjut Usia, dan untuk memastikan bahwa permerintah mencapai tujuan dari butir butir Madrid International Plan of Action on Ageing (MIPAA),yaitu sebuah deklarasi yang ditandatangani oleh 159 negara anggota PBB lima tahun yang lalu (2002), yang mengemukakan bagaimana menempatkan masalah penuaan.
Apakah seorang nenek di Afrika yang mengurus cucu mereka setelah orang tuanya meninggal kerena AIDS atau seorang kakek di India melanjutkan usahanya untuk menghidupi keluarga besarnya, peran penting Lanjut Usia sangat diremehkan oleh permerintah dan pihak pihak lainnya diseluruh dunia,†kata Richard Blewitt, Kepala Pelaksana Help Age International. Utusan Lanjut Usia di Indonesia akan bertemu dengan Gubernur propinsi Aceh. Kelompok tersebut akan mengemukakan 15 butir tuntutan, bersama dengan surat pernyataan(petisi) untuk mendesak pemerintah propinsi mengambil tindakan terhadap berbagai macam masalah yang berhubungan dengan perlindungan sosial, pemeliharaan kesehatan, mata pencaharian dan pengurangan resiko bencana. Kesehatan saya buruk, mendapatkan akses terhadap pemeliharaan kesehatan yang terjangkau adalah kebutuhan utama saya. Saya juga perlu diperhatikan dan dimengerti sebagai seorang Lanjut Usia. Kita bisa melihat bahwa banyak Lanjut Usia sekarang diabaikan, bahkan oleh keluarga dekat mereka sendiri. Jadi untuk menjalani hidup yang bermartabat, kami harus didengar dan kisah kami harus mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya,†kata Timani, seorang perempuan Lanjut Usia berusia 70 tahun asal desa Lamnga. Jumlah Lanjut Usia (lebih dari 60 tahun) tumbuh lebih cepat dari pada kelompok usia lainya di tiap benua, dan pada tahun 2050 satu dari lima penduduk dunia adalah Lanjut Usia. Saat ini, diperkirakan 100 juta Lanjut Usia hidup dengan penghasilan kurang dari 1 USD perhari dan merupakan kelompok pingiran dan paling miskin di banyak Negara.

Jika pemerintah tidak mengambil tindakan sekarang untuk membuat kebijakan berdasarkan tingkat usia, taraf hidup Lanjut Usia didunia hanya akan menjadi lebih buruk,†kata Blewitt. Umumnya, Lanjut Usia memerlukan pengakuan atas peran penting lanjut usia dimasyarakat dan memerlukan paket pensiun sosial tanpa setoran wajib, pemeliharaan kesehatan yang berpusat pada kebutuhan kebutuhan khusus lanjut usia laki laki dan perempuan, dan undang undang anti diskriminasi untuk semua lanjut usia diseluruh dunia. Kampanye ini didukung oleh politisi, selebritis, artis dan musisi termasuk Archbishop Desmond Tutu dan Nobel Laureate Wole Soyinka. Catatan bagi para editor Help Age Intenational punya visi dimana dunia dengan kaum lanjut usianya memenuhi potensi mereka untuk menjaga martabatnya, sehat dan hidup dengan aman Help Age International adalah sebuah jaringan kerja dunia yang memperjuangkan hak lanjut usia yang kurang beruntung dalam bidang ekonomi dan keamanan fisik; pemeliharaan kesehatan dan pelayanan sosial; dan mendukung peran merawat yang mereka berikan lintas generasi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kerja Help Age International, silahkan kunjungi website kami www.helpage.org. Untuk informasi lebih lanjut, wawancara, studi kasus, foto dan rekaman video, hubungi: Deepak Malik Help Age International














Write a comment