Wartawan Di Abdya Kena Pukul
Monday, 24/12/2007 - 14:25 WIBRoni Muchtar - Aceh Hari Ini
Kepala Sekolah Dasar Kuala Terubu, Kecamatan Kuala Batee, Sabirin (48) memukul Alman, seorang Wartawan Harian Rakyat Aceh yang bertugas di Kabupaten Aceh Barat Daya.Peristiwa itu merupakan tindak kekerasan ke dua yang terjadi dalam 10 tahun terakhir di wilayah itu. Sebelumnya tahun 2001 Nasrul Yunan seorang Wartawan Aceh Ekspres juga mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh aparat keamanan diwilayah itu.
Pemukulan yang dialami Alman terjadi di sebuah Warung kopi di Pasar Kuta Bahagia Kecamatan Kuala Batee, sekitar pukul 08.00 wib.
Aksi main gebuk dari belakang yang dilakukan Sabirin itu disaksikan sejumlah kerabat Alman. ” Saat itu saya bawa saudara saya lagi ngopi, saya tidak tahu datangnya dari mana tahu-tahu saya sudah kena bogem,” kata Alman.
Peristiwa pemukulan tersebut menurut Alman sudah dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Kuala Batee, “Korban, saksi, dan pelaku pemukulan sedang kita ambil keterangannya, ” kata Aiptu Parizon, Kapolsek Kuala Batee mewakili Kapolres Persiapan Aceh Barat Daya, Kompol Sumardi S.Km.
Namun Parizon tidak menyebutkan motif pemukulan terhadap kuli tinta tersebut. Selain tindak kekerasan berupa pemukulan yang di alaminya, Alman bersama dua rekannya Rabu (21/11) juga dihina serta dilecehkan oleh Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim SH. Kasus penghinaan itu kini masih ditanggani oleh pihak kepolisian Aceh Barat Daya.
Kabar pemukulan Alman berkembang cepat hingga di kalangan jurnalis di Aceh, hingga mantan Sekretaris PWI Aceh, Hamdan Budiman angkat bicara, Jurnalis senior Aceh itu mengaku prihatin atas pemukulan itu. “siapa pun tidak boleh main hakim sendiri, tindakan itu tidak bisa di tolerir,” kata Hamdan.
Polisi kata Hamdan harus mengusut tuntas aksi pemukulan terhadap jurnalis tersebut disamping itu polisi juga harus memberikan perlindungan kepada wartawan karena para kulitinta bekerja mewakili publik dan melaksanakan undang-undang. “Saya menilai aksi kekerasan terhadap wartawan harus dihentikan,” ungkap Hamdan.(Jr)
Berita Lainnya :
- Banda Aceh Gempa 5,3 Skala Richter
- Banjir landa wilayah Barat Aceh, ribuan warga mengungsi
- Wagub NAD” Saya Mundur Bila Aceh Dimekarkan “
- Tangkap Wartawan, Polisi Dikecam
- Gempa di NAD Tak Berpotensi Tsunami











Write a comment