H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Nomor Cantik Price List
Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Laptop UMPC apa yang menjadi pilihan anda ?

      • AXIOO CMPC 30GB (3,6jt)
      • ACER Aspire One 8GB (4jt)
      • ASUS Eee PC 8G (4,6jt)
      • ZYREX Ubud 311 30Gb (4,9jt)
      • ASUS Eee PC 20GB (4,6jt)
      • HP 2133 Mini-Note 120GB (6,4jt)
      • KOHJINSHA SA5SX04BS 40GB (6,6jt)

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Smoking Card MinaNet Cafe Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    Konser Rindu Damai : Reuni Group Rock Aceh Menghentak

    Senin, 07/01/2008 - 02:36 WIB
    Roni Muchtar - Aceh Hari Ini

    img_5247.jpg

    Photo by: Adek Jufriadi

    Dari luar arena konser, gempuran bass, dentuman bass dan sayatan gitar Mollusca yg mengawali konser sudah membawa ke masa saya duduk di bangku SMA belasan tahun yang lalu. Reuni punggawa rock Nanggroe. Event yg secara keseluruhan penampilannya MANTAP KALI! sempat beberapa kali ditingkahi dengan gangguan kelistrikan tetap menjadi event pembuka tahun yg mampu menghipnotis pecinta musik cadas periode 80 - 90-an maupun pecinta musik jaman sekarang. Terbukti dengan jumlah penonton yg hampir memenuhi setiap area open stage Taman Budaya, Sabtu (5/1). Penonton datang dari kalangan remaja dan dewasa yg semasa remajanya disuguhi oleh menu metal classic dari ke empat grup ini. Gelaran 4 supergrup Aceh malam itu telah mengobati rasa rindu kalangan pecinta musik “logam berat” dengan penampilan idol mereka era itu. Kalau saat itu ditanya soal Odezza, banyak orang spontan menyebut nama Dedy “Bebek” Syukur atau Pinem (eks bassist Odezza era 80an). Dan atmosfir Taman Budaya tanggal 5 januari 2008 malam itu seperti membawa kembali ke masa Metallica, Sepultura, Helloween dan Kreator berada di jajaran cadas dunia. Apalagi saat itu stage wajib panggung musik rock adalah Taman Budaya yang sama sekali tak berubah arsitektur mendukung konser malam itu.

    Odezza Tanpa Future World
    Yang tertanam dibenak saya adalah di setiap penampilan band ini dulu tak pernah terlewatkan hits single Future World milik Helloween. Seakan lagu ini juga milik grup yg digawangi oleh Dedy Syukur(gitar), Pinem(bass), Al “Tattoo”(vokal) dan Dedy(drum) di formasi awal. Single ini seperti lagu kebangsaan yg selalu menjadi lagu pamungkas setiap band ini unjuk kebolehan. Saat itu massa pecinta rock Aceh begitu familiar dengan intro dari tembang ini. Malam itu Odezza murni membawakan single-single dari Edane, yang kebetulan merangkul Fatah Mardiko eks Edane. So, untuk pecinta Odezza level 80 - 90an mungkin sedikit kecewa dikarenakan lagu2 yg mereka lama tunggu tak meluncur dari tenggorokan sang vokalis Odezza.
    Secara aksi panggung malam itu, Odezza keren, two thumps up!

    Odezza :
    - Dedy “Bebek” Syukur (lead guitar)
    - Tebonk (bass, backing vocal)
    - Fatah Mardiko (lead vocal)
    - Dedy (drums)
    - Deni Syukur (rhytm guitar)

    Yang Terlewatkan
    Mollusca, nama ini juga tak asing di telinga headbangers Aceh. Kerap membawakan lagu-lagu beraliran speed metal sampe metal core pada masanya. Single-single Kreator, extreme metal dari Jerman dan Metallica menjadi suguhan di setiap mereka manggung. Sayang, saya cuma dapat menikmati mereka dalam 2 lagu terakhir. Powernya masih ada, musikualitasnya yg oke, mereka tampil prima saat konser itu.

    Mollusca :
    - Yan (guitar)
    - Deddy Burton (bass)
    - Putra (drums)
    - All (vocal)

    Tak ada lagi persaingan
    Metazone, rival nyata Odezza, kalau saya boleh memilih kata-kata tersebut. Beralasan memang jika anda penikmat rock dasawarsa ke belakang. Saat kedua grup ini main di panggung dan event yg sama, massa saat itu seperti menjadi 2 kubu, bukan dalam artian kubu yg satu anti band yg tidak mereka dukung. Hanya unsur kedekatan secara personal saja yg membuat mereka terbelah. “Tak kenal maka tak sayang” itu saja. Ketika salah satu band-band ini membawakan lagu yg awam mereka dengarkan, spontan terjadi koor massa tak aura permusuhan. Itulah khasnya penikmat musik di Nanggroe ini, cenderung duduk tenang menikmati tontonan yg kontras dengan penonton di luar daerah yg lebih aktif mengikuti nada musik. Terlepas dari itu semua, penampilan Metazone selalu mencuri perhatian penonton, apalagi kalau bukan oleh aksi Adun yg enerjik layaknya Axl Roses yg gemar berlari dari satu sudut panggung ke sudut lainnya, Pinem dengan instrumen 4 senarnya sesekali meperlihatkan skill solonya, dan tak ketinggalan adalah tukang pukul grup ini, Ade yg notabene adalah Drummer terbaik pada Festival Rock Log Zhelebor, kerap menggedor dengan aksi drum solonya. Acuhkan saja, bila sesekali Adun sang frontman lupa teks lagu, toh penggila rock malam itu ikut hanyut oleh Semut Hitam-nya Godbless dan Bawalah Aku-nya Boomerang yg mereka bawakan. TETAP ASIK, BRO!

    Metazone :
    - Dedi “Sarung/Gayo” Andrian (lead guitar)
    - Ade (drums)
    - Adun (vocal)
    - Pinem (bass)
    - Wan (rhytm guitar)

    “Let the stone always rolling”
    4 thumps up for you, Guys! Yah, anda pasti setuju kalau raksasa ke empat ini paling banyak menyihir penonton dengan musikalitas band rock blues ini. Disamping ke”jagger”an Dedy Roza sang vokal, adalah Yoel Priatna patut menjadi bintang malam itu. Dengan skill matang, seperti tidak ada partitur yg terlewatkan oleh jari-jemarinya. Sound guitar nya clean sangat jelas terdengar di setiap sudut open stage itu. Ga salah kalau Kla Project menariknya menjadi gitaris menggantikan Lilo. Speechless, ketika ditengah-tengah lagu diawali solo guitar Yoel, berduet dengan additional player band, Mada saxophonist membuktikan kalau alat tiupnya dapat “berbicara” dengan permainan gitar Yoel. Kedua players ini saling sahut-menyahuti permainan antar sesamanya. Stone lovers Aceh yg bisa dihitung oleh jari seperti mendapatkan tambahan massa dengan jam Yoel dan Mada itu. MUAAANTAP!!!
    Beruntunglah penonton yg mendapatkan souvenir dari Metalstone, yaitu beberapa stiker dan 2 kaos. Kalau saja saya mendapatkan kaosnya….hm….

    Metalstone :
    - Yoel Priatna (lead guitar)
    - Aseng (drums)
    - Alfin (rhytm guitar)
    - Ateng (bass)
    - Dedy “Jagger” Roza (vocal)
    Additional player :
    - Mada (sax)
    - Kris (piano/keyboard)

    Sweet and Loud Ending
    Setelah menggeber dengan puluhan lagu dari 4 superstar diatas, penonton disuguhkan medley Rock N’ Roll-nya Led Zeppelin dan Smoke On The Water-nya Deep Purple oleh 4 lead guitars (Yoel, Dedy Syukur, Dedy Andrian dan Yan) jamming saling meperlihatkan skill maju ke depan, didukung oleh Fatah Mardiko, Pinem dan tentunya siapa lagi kalau bukan Ade yg berada dibalik drums set mengakhiri kerinduan Aneuk Nanggroe akan penampilan idola2 mereka saat muda dulu. Fantastis!!!!

    At the end of the words, We are still missing you, Guys!!! Can’t wait see you again!

    Writen By: Hendra JR

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Comments

    Comment from andi
    Time: Januari 7, 2008 - 3: 56 pm, 3:56 pm

    mas mas yang additionakl cuma mada aja di metal stone keyboard dan piano namanya caca…dia murni metal stone…aku pikir ini konser rock terhebat sepanjang dekade ini di aceh…liahat aja parkiran tumpahan penonton di taman budaya rasa rasanya kapan kita bisa melihat seperti ini lagi, mungkin ngga panitia itu rugi,,,ayoooo yang muda muda harus lebih gila lagi dari mereka,,mereka hampir 15 tahun ngga maen tapi kok masih gila

    Write a comment