Wartawan Hong Kong bebas
Wednesday, 06/02/2008 - 12:40 WIBRoni Muchtar - Umum
Wartawan Hong Kong yang ditahan di Cina daratan karena tuduhan mata-mata telah dibebaskan setelah menjalani kurang dari setengah hukumannya. Ching Cheong diganjar hukuman 5 tahun penjara pada tahun 2005, dan pengadilannya memicu kecaman dari pegiat hak asasi manusia. Pihak berwenang Cina menuduh dia membeli informasi tentang Cina dan menjualnya ke Taiwan. Tuduhan itu dibantah keras oleh keluarganya dan juga oleh kantor tempatnya bekerja, Harian The Straits Times, yang berpusat di Singapura.
Dia kini kembali ke Hong Kong untuk merayakan Tahun Baru Cina bersama dengan keluarga.
Asosiasi Wartawan Hong Kong mengatakan alasan pembebasan yang tiba-tiba itu masih belum diketahui dan tidak jelas pula apakah hak-hak politiknya akan dipulihkan.
“Kami gembira dengan dibebaskannya Ching Cheong lebih awal,” kata Sekjen Asosiasi Wartawan Hong Kong, Mak Yin-ting.
“Namun kami menyesalkan penahanannya karena dia tidak bersalah dan kami harapkan hal itu tidak terjadi lagi,” tambahnya.
Meliput Zhao Ziyang
Ching Cheong ditahan di Guangzhoun, Cina Selatan, pada Bulan April 2005.
Kantor berita resmi Cina, Xin Hua, mengatakan saat itu dia mengaku mengumpulkan informasi tentang politik, ekonomi, dan militer Cina untuk diserahkan kepada pejabat intelijen Taiwan.
Cina dan Taiwan diperkirakan masih aktif untuk saling memata-matai karena Cina menganggap Taiwan sebagai propinsi yang membangkang sementara Taiwan berupaya meraih kemerdekaan.
Para pendukung Ching berulang kali menegaskan dia tidak bersalah dan kelompok hak asasi manusia mengelar kampanye pembebasannya.
Mereka mengatakan Ching ditangkap karena melakukan perjalanan ke Cina untuk mengumpulkan informasi tentang salah satu mantan pemimpin Cina, Zhao Ziyang.
Zhao, yang meninggal dunia Bulan Januari, disingkirkan karena menentang pemberangusan pengunjuk rasa pro demokrasi di Lapangan Tiananmen pada tahun 1989.
Istrinya Ching, Mary Lau Man-yee, beberapa kali mengungkapkan kekuatiran atas kesehatan Ching dan mendekati pemerintah Cina agar suaminya dibebaskan lebih awal dengan alasan kesehatan.
Ching merupakan salah satu dari beberapa wartawan yang mendapat tekanan dari pemerintah Cina.
Kelompok pegiat wartawan, Reporters Without Borders, mengatakan lebih dari 30 wartawan saat ini ditahan bersama dengan 50 pegiat internet.
Salah seorang wartawan lainnya, Zhao Yan yang bekerja untuk Harian New York Times, sempat ditahan namun sudah dibebaslan September lalu. (bbc)
Berita Lainnya :
- Limbah elektronik dibahas di Bali
- Hong Kong tarik produk susu
- Telur melamine meluas di Cina
- Kasus susu Cina bertambah
- Taufik juara di Macau











Write a comment