H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Price List

RSS _MY Post IT

RSS _Aan Life Style

Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Laptop UMPC apa yang menjadi pilihan anda ?

      • AXIOO CMPC 30GB (3,6jt)
      • ACER Aspire One 8GB (4jt)
      • ASUS Eee PC 8G (4,6jt)
      • ZYREX Ubud 311 30Gb (4,9jt)
      • ASUS Eee PC 20GB (4,6jt)
      • HP 2133 Mini-Note 120GB (6,4jt)
      • KOHJINSHA SA5SX04BS 40GB (6,6jt)

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh DariNol MinaNet Cafe Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    HPN Momentum Pers Introspeksi

    Friday, 08/02/2008 - 12:30 WIB
    Roni Muchtar - Umum

    Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tarman Azam mengatakan, Hari Pers Nasional (HPN) 2008 merupakan momentum tepat bagi insan pers untuk melakukan introspeksi atau mawas diri.”Penyelenggaraan HPN penting karena inilah momentum kita melakukan instrospeksi, meninjau ulang peran pers,” kata Tarman Azam di Semarang, Kamis malam.

    Ia mengatakan hal tersebut usai acara malam ramah tamah HPN 2008 di Balai Kota Semarang. Hadir dalam acara tersebut antara lain, Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip, Wakil Wali Kota Machfud Ali.

    Dengan HPN bertemu secara nasional semua tokoh pers dari mana pun elemennya, kemudian membahas persoalan bersama dengan cara kritik dan otokritik.

    “Siapa pun boleh mengritik kita dan kita mengritik diri kita. Dengan cara demikian kita memperbarui tekad dan semangat setiap tahun. Jadi jangan dilihat kegiatan ini hura-hura,” katanya.

    Ia mengatakan, bayangkan kalau insan pers tidak pernah bertemu membahas persoalan pers. Konvensi nasional Media Massa se-Indonesia penting untuk membuka wawasan para wartawan guna memahami persoalan Indonesia masa depan.

    Indonesia tidak memiliki GBHN, katanya, sehingga arah negara ini tidak jelas. Namun dengan adanya ide dari Indonesian Forum memberikan pencerahan tentang harapan Indonesia ke depan, ternyata ditangkap oleh pemerintah.

    “Mengapa ide mereka tidak ditangkap oleh pers, supaya pers bisa menjelaskan pada publik bahwa kita sebagai bangsa masih punya banyak harapan,” katanya.

    Ia menilai pada masa reformasi pers banyak mengalami kemajuan walaupun akibat liberalisasi terjadi “gonjang-ganjing”, tetapi secara umum pers mengalami kemajuan.

    Daya kritis publik semakin kuat, katanya, kemudian publik dididik media untuk bersikap kritis di dalam rekrutmen pemimpin di semua daerah secara nasional.

    “Hal ini merupakan proses pembelajaran luar biasa. Hanya, konsekuensi liberalisasi juga muncul `orang-orang di bawah standar yang tidak memenuhi kompetensi,” katanya.(ANTARA)

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Liberty Reserve

    Write a comment





    Save Atom Stoic Surfpal