Riset vaksin HIV macet
Friday, 15/02/2008 - 19:56 WIBRoni Muchtar - Umum
Ilmuwan tidak semakin dekat untuk menemukan vaksin HIV setelah lebih dari 20 tahun meneliti, kata seorang pakar biologi peraih Hadiah Nobel.Profesor David Baltimore, presiden Perhimpunan Amerika untuk Kemajuan Sains (AAAS) yakin, pertarungan terlalu penting untuk dilepaskan, meski sebagian mengatakan, vaksin tidak pernah akan ditemukan. “Ini tantangan besar, sebab untuk mengendalikan HIV dengan imunologi, komunitas ilmiah harus mengalahkan alam, menghadapi alam, dengan keunggulan 4 miliar tahun evolusi, itu belum bisa dilakukan,” katanya.
“Kekurangberhasilan ini mungkin bisa difahami, tapi tidak bisa diterima,” kata sang profesor.
Saat berbicara dalam pertemuan tahunan AAAS di Boston, Profesor Baltimore mengatakan, HIV telah mengembangkan cara untuk melindungi diri dari sistem kekebalan manusia.
“Saya yakin HIV telah menemukan cara untuk benar-benar mengelabui sistem kekebalan,” kata dia. “Jadi, kita kita harus bertindak selangkah lebih jauh daripada alam.”
Upaya untuk mengendalikan virus melalui antibodi atau dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia berakhir tanpa hasil.
Ini mengecewakan kalangan ilmuwan pengembang vaksin, sebab mereka tidak melihat ada peluang untuk mencetak keberhasilan, kata Profesor Baltimore.
Para ilmuwan kini beralih ke teknik-teknik baru, seperti terapi gen dan sel induk atau stem cell, kendati teknologi ini masih sangat baru.
“Pada manusia anda hanya punya satu cara, yaitu mencoba mengubah gen dalam sel induk,” kata Prof Baltimor yang dikenal sebagai salah satu pakar terkemuka virus HIV.
“Jadi, kami mencoba melakukan itu, mendesain vektor yang bisa membawa gen yang akan mendatangkan manfaat terapis,” katanya.
Prof Baltimore mendapat Hadiah Nobel di bidang kedokteran pada tahun 1975 atas jasanya ikut menemukan reverse transcriptase, enzyme yang belakangan didapati dipergunakan HIV untuk berbiak pada sel manusia.
Dia kini memimpin laboratorium Baltimore di Caltech, dengan dukungan dari Gates Foundation, untuk menemukan cara-cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara genetis terhadap sumber penyakit menular, khususnya HIV.(bbc)
Berita Lainnya :
- Bio Farma Produksi Vaksin Flu Burung
- Ditemukan gen pendukung usia
- Cloning sel ‘atasi kanker kulit’
- Temuan perkakas manusia Neanderthal
- Krisis lingkungan ancam Bumi











Write a comment