H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Nomor Cantik Price List
Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Laptop UMPC apa yang menjadi pilihan anda ?

      • AXIOO CMPC 30GB (3,6jt)
      • ACER Aspire One 8GB (4jt)
      • ASUS Eee PC 8G (4,6jt)
      • ZYREX Ubud 311 30Gb (4,9jt)
      • ASUS Eee PC 20GB (4,6jt)
      • HP 2133 Mini-Note 120GB (6,4jt)
      • KOHJINSHA SA5SX04BS 40GB (6,6jt)

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Smoking Card MinaNet Cafe Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    KEGAGALAN DESAIN RUMAH BANTUAN BRR MENYALAHI ATURAN DALAM BLUE PRINT

    Senin, 25/02/2008 - 17:51 WIB
    Roni Muchtar - Opini

    Pernyataan juru bicara BRR NAD-Nias di salah satu harian terbitan Aceh, pada hari Sabtu, 23 Februari 2008, yang mengatakan bahwa “Rumah-rumah bantuan BRR di Simeulue itu di desain Litbang Departemen PU hanya sanggup menahan gempa berkekuatan 6,5 SR. Nah karena gempa 7,3 SR, wajar saja banyak rumah yang runtuh”. Pernyataan yang disampaikan tersebut merupakan sebuah pernyataan yang tidak dapat diterima akal sehat, sebab dalam blue print untuk rehabilitasi dan rekontruksi Aceh jelas disebutkan bahwa pembangunan perumahan untuk korban bencana yang harus di desain adalah rumah yang tahan gempa.

    Pernyataan yang dilontarkan juru bicara BRR NAD-Nias ini tidak sesuai dengan fakta lapangan, hal ini berdasarkan hasil monitoring dan investigasi yang dilakukan oleh MaSTA (Masyarakat Simeulue Transparansi Anggaran) yang dalam hal ini terjun secara langsung kelapangan menemukan fakta bahwa sebagaian rumah yang rusak pada saat gempa tersebut yang berjumlah sebanyak 100 unit di Simeulue barat adalah rumah yang dibangun dibawah speksifikasi dan jauh dibawah standar serta masih ada sebagian yang dalam tahap pekerjaan lapangan.

    Pernyataan yang dilontarkan oleh juru bicara BRR NAD-Nias ini adalah sebuah pernyataan buang badan untuk pembenaran atas kwalitas bantuan rumah BRR NAD-Nias yang telah selesai dibangun. Pada hal jika ditelaah lebih jauh rata-rata bantuan yang hancur pada saat gempa di Simeulue tersebut adalah bantuan yang proses pembagunannya dibawah standar dan spesikulasi yang telah dirancang oleh litbang Departemen PU. Sebab dalam perancangan bantuan khusus rumah untuk Aceh jelas disebutkan bahwa rumah yang harus dibangun adalah rumah yang daya desainnya adalah rumah tahan gempa sebab Aceh adalah merupakan wilayah rawan bencana.

    Selain hal tersebut diatas, kondisi Simeulue sebelum gempa pada tanggal 21 februari 2008 juga masih sangat amburadul dalam realisasi pembagunan. Dari data yang ada ternyata pelaksanaan pembagunan bantuan perumahan di Simeulue yang dilakukan oleh BRR NAD-Nias tercatat bahwa sebagaian besar proyek masih dalam tahap pekerjaan. Sebab dari 32 kontraktor pemenang tender ditahun 2006 khusus bantuan perumahan, hanya 19 kontraktor yang berhasil melakukan pembagunan dan itupun sebagaian masih dalam tahapan pekerjaan lapangan, sementara sisanya 19 kontraktor lain gagal melakukan rekontruksi disana.

    Jadi jika disanding dengan apa yang dikemukakan ke publik oleh juru bicara BRR NAD-Nias ini sangat ironis sebab bisa kemudian akan ada pihak-pihak tertentu yang akan diuntungkan oleh bencana gempa tersebut. Salah satunya adalah adanya klaim sepihak dari kontraktor yang belum selesai mengerjakan proyek langsung mengklaim telah selesai dikerjakan. Apa lagi jika dilihat rumah yang sedang dibangun tersebut sudah ambruk dan rata dengan tanah. Hal ini terlihat disalah satu desa di Simeulue Barat yang rumah dibangun ambruk dan rata dengan tanah sementara pelaksana lapangan baru 30-75%. Nah kemudian kita mencurigai jangan-jangan kemudian akan dilaporkan selesai dikerjakan secara keseluruhan, apa lagi rumah tersebut sudah hancur jadi proses pengawasan terhadap bantuan ini akan los dan hal ini akan berakibat fatal terutama dalam hal repot pembangunan rumah untuk Wilayah Distrik Simeulue, dan tidak menutup kemungkinan uang negara akan ikut lenyap secara besar.

    Berdasarkan dari hal diatas, GeRAK Aceh juga perlu mengingatkan kepada Pemerintahan Aceh (Irwandi-Nazar) tentang pentingnya memperhatikan kondisi fisik dari bangunan rumah yang telah selesai dibangun untuk Aceh oleh BRR NAD-Nias, ternyata perkiraan daya tahan bangunan yang dirancang yang sesuai dengan Blue print ternyata sangat jauh dibawah daya tahan gempa yang berkekuatan besar. Maka hal ini perlu untuk  diingat dan diperhatikan jangan-jangan setelah BRR NAD-Nias keluar di April 2009 dari Aceh, pihak Pemerintah Aceh kemudian akan disibukan untuk terus menerus memperbaiki bantuan rumah yang hancur setiap gempa terjadi di Aceh. Dan hal ini adalah merupakan salah satu ancaman serius bagi Pemerintahan Aceh kelak dalam menghadapi setiap bencana gempa yang terjadi diseluruh Aceh. ini membuktikan bahwa bangunan perumahan, infrastruktur dari BRR NAD-Nias rawan rusak dan keluar dari amanah blue print yang telah disepakati.

    Sikap GeRAK Aceh & MaSTA Simeulue

    Berdasarkan dari hal di atas, Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh & MaSTA menyatakan sikap sebagai berikut:

    1. GeRAK Aceh & MaSTA mendesak BRR NAD-Nias untuk segera memperbaiki semua bangunan perumahan warga yang rusak dan perlu melakukan perancangan bangunan yang tahan gempa, sebab wilayah Simeulue adalah salah satu kawasan yang rawan dengan bencana serta mengharapkan BRR NAD-Nias benar-benar melakukan pengawasan atas semua bantuan yang sedang dikerjakan, sebab jika hal ini terus terjadi maka dapat diasumsikan bahwa BRR NAD-Nias ikut serta membiarkan kerugian keuangan negara yang ikut tenggelam setiap gempa terjadi diseluruh Aceh, karena bangunan fisik yang dikerjakan jauh dibawah standar dan spek yang telah diamanahkan.

    2. Mendesak  Pemerintahan Aceh untuk lebih respon terhadap daya tahan fisik bantuan yang sedang di kerjakan oleh BRR NAD-Nias karena hal ini kemudian akan menjadi ancaman bagi keberlangsungan Pemerintahan Aceh kedepan, sebab jika ini dibiarkan maka kemudian setiap kali terjadi gempa yang berkekuatan besar maka rumah-rumah yang sudah selesai dibangun akan menjadi ancaman maut bagi penghuninya, hal ini disebabkan rumah yang dibangun jauh dibawah standar yang telah ditetapkan untuk wilayah rawan bencana. Jadi GeRAK Aceh dan MaSTA mengharapkan Pemerintahan Aceh untuk mendesak BRR NAD-Nias melakukan Up Graiding (perbaikan) secara keseluruhan terhadap rumah yang dibawah standar untuk seluruh kawasan Aceh sebelum exsite startegi BRR NAD-Nias pada April 2009.

    3. GeRAK Aceh dan MaSTA Simeulue mendesak BRR NAD-Nias untuk mempercepat proses pembangunan perumahan bagi korban bencana gempa NAD-Nias. Hal ini penting segera untuk dilakukan mengingat keberadaan lembaga ini tinggal satu tahun lagi. Dan apabila ini tidak dilakukan secepatnya maka akan ditakutkan kegagalan dalam rehab-rekon akan menjadi ancaman besar kelak bagi Pemerintahan Aceh (Irwandi-Nazar).

    Gerakan Anti Korupsi Aceh

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Write a comment