Pesawat biofuel pertama mendarat
Monday, 25/02/2008 - 12:00 WIBRoni Muchtar - Teknologi
Penerbangan pertama pesawat komersial yang sebagian mesinnya berbahan bakar bio atau biofuel telah tiba di Amsterdam, Belanda dari London, Inggris. Maskapai penerbangan Inggris Virgin Atlantik menyebut perkembangan ini terobosan bahan bakar hijau. Namun, penerbangan pesawat Boeing 747 dari bandara Heathrow itu tidak membawa penumpang. Awal bulan ini, Airbus menggunakan pesawat penumpang terbesar dunia, A380, untuk mengujicoba bahan bakar alternatif lain.
Wartawan BBC Tom Symonds melaporkan, pesawat Boeing 747 milik Virgin itu terbang dengan salah satu dari empat mesinnya dihubungkan dengan tanki terpisah yang diisi biofuel.Biofuel tadi memasok 20 persen tenaga mesin pesawat tersebut.Biofuel untuk mesin tersebut diperoleh dari campuran biji babassu dan kelapa. Sebagai langkah mengatisipasi risiko penerbangan, tiga mesin lain bisa menggerakkan pesawat dengan bahan bakar konvensional, kata wartawan kami.
Para aktivis lingkungan mengatakan, bahan bakar tadi tidak sustainable dalam jangka panjang. Mereka yakin membuka lahan untuk tanaman bioethanol akan menyebabkan penggundulan hutan, dan lahan untuk tanaman pangan menciut. Namun, Virgin mengatakan, pohon, yang berasal dari Brazil, dan kelapa tidak akan bersaing dengan sumber makanan pokok dan berasal dari perkebunan yang sudah ada. Kedua produk itu umumnya dipergunakan sebagai bahan kosmetika dan produk kertas rumah tangga.
Cenderung membeku
Salah satu masalah yang dihadapi pesawat yang menggunakan biofuel, adalah bahan bakar hayati lebih cenderung membeku di atas ketinggian tertentu.
Teknologi ini sedang dikembangkan oleh produsen mesin General Electric dan Boeing. Namun, manajemen Virgin yakin bahwa dalam 10 tahun, mesin semacam itu mungkin sudah biasa terbang dengan tenaga tanaman.
Presiden Virgin Atlantic, Sir Richard Branson menggambarkan ini satu langkah maju dalam perang melawan pemanasan global.
“Saya rasa satu-satunya cara dunia pada akhirnya bisa diselamatkan dari pemanasan global adalah dengan terobosan teknologi,” kata Branson.
Menurut Branson, perkembangan hari Minggu (24/02/2008) ini adalah langkah ke arah yang tepat.
“Yang kami lakukan adalah menerbangkan salah satu pesawat 747 kami dengan campuran bahan bakar bio, dan ini mungkin bukan penyelesaian menyeluruh, tapi langkah besar ke arah yang tepat,” katanya.
Meski demikian, beberapa ilmuwan mengatakan dampak buruk mengubah lahan untuk menghasilkan tanaman ini jauh lebih besar daripada manfaatnya.
Kenneth Richter dari LSM lingkungan Friends of the Earth mengatakan, jenis bahan bakar ini bukan solusi menyelesaikan pemanasan global.
“Jika anda melihat riset ilmiah yang terakhir mengenai biofuel, jelas sekali terlihat bahwa biofuel tidak terlalu banyak mengurangi emisi,” kata Richter.
“Pada saat yang sama kami sangat khawatir mengenai dampak lingkungan akibat perluasan produksi biofuel dengan skala besar, begitu juga dampak perluasan produksi ini bagi penduduk asli dan harga makanan,” ujarnya.
Direktur komunikasi Virgin Atlantic, Paul Charles, menolak tudingan bahwa penerbangan biofuel perusahaannya hanya teknik pemasaran saja.
“Sebagian kami di industri penerbangan memang melakukan sesuatu untuk mengurangi emisi karbon,” kata Charles.
“…. ini kemajuan karena bahan bakar ini memang mengurangi emisi yang dihasilkan oleh industri penerbangan terhadap tingkat CO2 di seluruh dunia. Ini suatu hal yang besar yang kami lakukan,” katanya.(bbc)
Berita Lainnya :
- “Fusion Man” Lakukan Penerbangan Historis di Selat Inggris
- Kasus Concorde akan diajukan
- Branson Resmikan Kapal Wisata Antariksa `WhiteKnightTwo`
- PBB peringatkan inflasi pangan
- Pesawat angkasa luar Virgin
Comments
Comment from davi
Time: September 27, 2008 - 8: 36 am, 8:36 am
pesawatnya bagus ya











Write a comment