Orkestra Amerika tampil di Pyongyang
Wednesday, 27/02/2008 - 12:22 WIBRoni Muchtar - Musik & Film
Salah satu lembaga budaya terkemuka Amerika, Orkestra the New York Philharmonic menyuguhkan konser bersejarah di Korea Utara yang berseteru dengan Amerika Serikat.Konser ini disebut pagelaran diplomasi budaya yang luar biasa.Elite politik Korea Utara yang hadir memberitakan tepuk tangan panjang setelah penampilan yang belum pernah terjadi di Pyongyang.Para musisi menyuguhkan karya Dvorak, dan Gerswhin di hadapan sekitar 2.000 hadirin.
Pertunjukan itu sendiri merupakan kehadiran rombongan terbesar Amerika di Korea Utara, yang dikenal sebagai negara yang sangat menutup diri, sejak Perang Korea berakhir lebih dari setengah tahun lalu.
Konser ini berlangsung sementara Menlu AS Condoleezza Rice mengunjungi negara tetangga Korut, Cina untuk memberikan tekanan soal program nuklir Korea Utara.
Konser, yang disiarkan langsung di media pemerintah Korea Utara, dimulai dengan lagu nasional Korea Utara, disusul lagu kebangsaan Amerika Serikat.
Rice menyambut kunjungan orkestra itu ke Pyongyang, yang berlangsung atas undangan dari Korea Utara, namun mengatakan, event itu tidak akan menimbulkan perubahan dramatis.
“Saya rasa kita tidak boleh hanyut dengan pengaruh mendengar Dvorak di Korea Utara,” kata Rice, yang juga pemain piano klasik.
Lampu hijau
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memberikan lampu hijau untuk kunjungan The New York Philharmonic, meski terjadi kebuntuan soal program nuklir Korea Utara.
Conductor Lorin Maazel mengatakan kepada wartawan di Pyongyang bahwa musik itu menjadi unsur paling penting kunjungan.
Washington dan Korea Utara memiliki sejarah panjang saling tidak percaya, dan para pengulas mengatakan, konser ini merupakan peragaan luar biasa diplomasi budaya.
Konser The New York Philharmonic berlangsung di East Pyongyang Grand Theatre.
Pagelaran musik mereka dimulai dengan lagu kebangsaan Korea Utara, Patriotic Song yang disusul oleh lagu kebangsaan AS, Star Spangled Banner.
Penonton mencakup para tokoh elit Korea Utara, musisi dan tamu asing. Mereka berdiri sepanjang kedua lagu kebangsaan dikumandangkan.
Conductor Maazel mengatakan, dia dan sejawatnya “berbahagia bisa bermain di balai yang agung ini” dan mengatakan kepada penonton agar “bersuka cita” dalam bahasa Korea.(bbc)
Berita Lainnya :
- WFP perluas operasi di Korut
- Astronot pertama Korea ke orbit
- Korea Utara buat mi ‘peredam lapar’
- Balon propaganda ke Korea Utara
- Yi So-yeon, astronot pertama Korsel











Write a comment