Hongkong khawatir flu
Thursday, 13/03/2008 - 10:08 WIBRoni Muchtar - Umum
Di Hong Kong, satu sekolah ditutup di tengah kekhawatiran kembalinya wabah flu misterius. Lebih tiga-puluh siswa menunjukkan gejala mirip flu dan salah seorang mereka meninggal dunia dua hari lalu. Dua anak kecil lainnya meninggal belum lama ini. Pemerintah membentuk tim penyelidik untuk mempelajari apakah flu itu ada kaitannya dengag flu burung atau SARS yang melanda wilayah itu tahun 2003. Lau Ho-ming yang berusia tujuh tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan setengah sadar dengan sakit demam dan flu, pada akhir pekan.
Dia meninggal hari Selasa karena ensefalitis berat dan penggelembungan otak. Lima teman sekolahnya dari sekolah dasar Ho Yat Tung masih dirawat di rumah sakit, dan lebih tiga-puluh lainnya masih memperlihatkan gejala mirip flu. Para pejabat kesehatan pemerintah mengatakan mereka sangat mencemaskan kemunculan penyakit itu dan mempercepat sepuluh hari libur paskah.
Penutupan sekolah ini merupakan yang pertama sejak 2003, ketika hampir 300 orang meninggal akibat Sindrom Pernafasan Akut Berat atau SARS. Kekhawatiran juga muncul terhadap dua kematian anak-anak belum lama berselang.
Seorang anak laki-laki berusia dua tahun meninggal bulan Februari, dan seorang anak perempuan berusia tiga tahun meninggal pada tanggal 1 Maret akibat penyakit yang diduga sebagai salah satu jenis flu. Catatan pemerintah menunjukkan 25 orang di sejumlah sekolah lain, satu ruang perawatan rumah sakit, dan rumah penampungan penyandang cacad mengalami kemunculan penyakit flu.
Pemerintah sudah membentuk tim pakar yang dipimpin oleh seorang ahli mikro-biologi Universitas Hong Kong untuk mendiagnosa dan mempelajari ancaman penyakit itu terhadap wilayah itu. Para pakar mengatakan tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan wabah besar flu, namun mengakui mereka masih belum tahu penyabab kematian ketiga anak-anak tersebut
Berita Lainnya :
- Sekolah tutup karena flu
- Polisi gerebek penyelundup bayi
- Antisipasi Musim Hujan
- Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia menandai perjuangan untuk menyelamatkan anak-anak
- Kasus susu Cina bertambah











Write a comment