Sekolah tutup karena flu
Friday, 14/03/2008 - 11:07 WIBRoni Muchtar - Umum
Seluruh taman kanak-kanak dan sekolah dasar di Hongkong ditutup lebih awal untuk liburan Paskah, setelah adanya penyakit seperti flu yang menewaskan tiga orang. Pemerintah menggambarkan langkah ini sebagai tindakan “berjaga-jaga” guna mengurangi kekhawatiran para orang tua murid. Menurut pihak berwenang, sekitar 200 orang terjangkit virus ini.
Di sebuah sekolah, hampir 30 pelajar menunjukkan gejala penyakit seperti flu ini.Para ilmuwan sedang bekerja keras guna mengidentifikasi virus tersebut, dan mengkaji apakah mengancam populasi yang lebih luas.
Namun para pejabat kesehatan mengesampingkan kemungkinan kembalinya wabah SARS yang mematikan. Menurut Kantor berita AP, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, Peter Cordingley mengatakan ini tampaknya merupakan “flu musiman biasa.” Tindakan berjaga-jaga Taman kanak-kanak dan sekolah dasar ditutup selama dua minggu dan mempengaruhi lebih dari setengah juta anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan Hongkong York Chow, mengatakan keputusan diambil karena tingkat infeksi flu ini diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa pekan mendatang. “Kami berharap tindakan berjaga-jaga ini akan mengurangi tingkat infeksi flu di sekolah dan masyarakat.” katanya.
Penutupan sekolah juga akan memungkinkan sekolah-sekolah untuk dibersihkan, katanya. Langkah ini diambil setelah seorang murid sekolah Law Ho-ming, 7 tahun di bawah ke rumah sakit dalam keadaan setengah sadar, menderita demam dan flu. Dia meninggal hari Selasa karena encephalitis - pembengkakkan otak. Lima murid sekolah lainnya dari SD Ho Yat Tung masih dirawat di rumah sakit, dan 30 lainnya menunjukkan gejala seperti flu ini.
Keprihatinan juga muncul mengenai kematian dua murid lainnnya yang disebabkan oleh virus flu lainnnya. Data resmi menunjukkan warga di 25 sekolah, di sebuah bangsal rumah sakit, dan di sebuah rumah jompo juga menunjukkan gejala yang sama. Penutupan sekolah ini merupakan yang pertama yang disebabkan karena penyakit sejak tahun 2003, ketika hampir 300 orang meninggal di kawasan karena SARS
Berita Lainnya :
- Hongkong khawatir flu
- PCI Teliti Kesehatan Masyarakat Aceh Tengah
- Guru Tampar Murid Kelas 6 Hingga Lecet
- Aktivitas Di Banda Aceh Kembali Normal
- Pawai Tahun Baru Islam 1429 H











Write a comment