Kalung emas Peru ‘tertua’ di Amerika
Wednesday, 02/04/2008 - 13:06 WIBRoni Muchtar - Umum
Seuntai kalung yang ditemukan di dekat Danau Titicaca di belahan selatan Peru adalah benda dari emas tertua di Amerika, kata para arkeolog. Proses penentuan umur dengan teknologi radiocarbon dating menyatakan, benda itu berasal dari masa 4.000 tahun silam, ketika manusia pemburu-pengumpul menduduki kawasan tersebut. Para peneliti menyatakan, kalung itu tampaknya diolah dari butiran-butiran emas kasar.
Penemuan ini secara tersirat menunjukkan, penggunaan perhiasan emas untuk menunjukan status mulai berlangsung sebelum munculnya masyarakat yang lebih rumit di Andes, kata mereka. Saat menulis di jurnal Proceedings of the National Academy of Science (PNAS), tim peneliti menyatakan, artefak itu merupakan emas olahan paling awal yang ditemukan tidak hanya di Andes, tapi juga di Benua Amerika.
Kepala penelitian Dr Mark Aldenderfer dari jurusan antropologo pada University of Arizona, Tucson, AS, mengatakan, temuan ini menunjukkan peran sosial yang muncul bagi emas di luar sebagai hiasan sederhana.
Dia mengatakan kepada BBC News: “Emas mencerminkan kecenderungan universal bagi manusia untuk meraih prestise dan status”. “Emas itu mencerminkan proses tersebut pada orang-orang yang hidup dalam masyarakat sederhana yang tengah dalam proses menjadi lebih kompleks,” tambah Aldenderfer.
Lambang status
Kalung tersebut di temukan berdampingan dengan tulang rahang tengkorak manusia dewasa di sebuah lubang kubur di dekat rumah primitif Jiskairumoko, sebuah desa kecil yang dihuni dari tahun a hamlet that was settled from 3.300 hingga 1.500 SM.
Para peneliti yakin, kalung itu pernah dikenakan oleh seorang dewasa, mungkin seorang wanita tua.
Bekas-bekas pada kalung itu mengindikasikan bahwa butir-butir emas kasar diratakan dengan palu batu dan kemudian secara cermat dibengkokkan atau ditempa dengan alas benda silinder yang keras untuk menciptakan bentuk menyerupai tabung.
Emas itu dulu pasti menandakan prestise orang yang mengenakan, “tidak sepenuhnya berbeda dengan sekarang,” kata Dr Aldenderfer.
“[Kalung] oni mencerminkan lebih dari sekadar benda yang indah,” kata dia. “Ini bagian penting cara orang menjalani hidup mereka dan cara mereka bersaing demi status di masa lalu.”
Berita Lainnya :
- Emas capai $1000 per ons
- Jubah siluman ‘mendekati’ kenyataan
- Ditemukan gen pendukung usia
- Casillas Dan Torres Dijagokan Raih Bola Emas
- Mulai 2009 Anak Cemerlang Dapat Beasiswa Hingga Doktor, Kata Presiden











Write a comment