Diplomasi film India-Pakistan
Monday, 07/04/2008 - 10:17 WIBRoni Muchtar - Aceh Hari Ini
Film Pakistan pertama yang akan diputar di India, dalam waktu 40 tahun belakangan, dirilis Minggu lalu. Khuda Kay Liya, atau Atas Nama Allah, bercerita tentang kehidupan umat Islam setelah serangan 11 September. Wartawan BBC di Kalkuta, Rahul Tandon, melaporkan film itu menjadi pembicaraan banyak orang dan akan diputar di 300 bioskop di India.
Film ini masih punya kaitan dengan Bollywood karena dibintangi oleh aktor kawakan India, Naseruddin Shah.
Namun jelas temanya amat berbeda dari film-film Bollywood yang biasa karena berpusat pada kehidupan umat Islam sejak serangan 11 September.
Film-film India, yang digemari di seluruh dunia, sempat dilarang di Pakistan tahun 1965-an karena konflik politik kedua negara, namun situasinya berubah dan sejumlah film Bollywood sudah diputar di Pakistan.
Banyak artis dan perusahaan film di India maupun Pakistan yakin bahwa pertukaran budaya bisa memecah hambatan dalam hubungan kedua negara.
Sebelum masuknya film Pakistan ini, sempat pula berlangsung upaya yang disebut sebagai ‘cricket diplomacy’ dengan berlangsungnya pertandingan tim olahraga kriket kedua negara.
Jadi banyak yang menyebut kini kedua negara sudah memasuki era ‘film diplomacy.’
Dan sejumlah warga India menyambut baik kedatangan film Pakistan yang pertama ini.
“Aspek kultural harus menghibur juga sehingga kami bisa saling memahami,” kata seorang penggemar film.
Yang lain berpendapat saling tukar menukar ini membuat warga India dan Pakistan saling berinteraksi.
Namun ada juga yang mempertanyakan kenapa diperlukan waktu yang amat lama untuk mewujudkan hal itu.
“Menjadi keprihatinan juga bahwa diperlukan waktu sampai 40 tahun bagi sebuah film Pakistan untuk diputar di India,” kata orang tersebut.











Write a comment