H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Price List

RSS _MY Post IT

RSS _Aan Life Style

Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Laptop UMPC apa yang menjadi pilihan anda ?

      • AXIOO CMPC 30GB (3,6jt)
      • ACER Aspire One 8GB (4jt)
      • ASUS Eee PC 8G (4,6jt)
      • ZYREX Ubud 311 30Gb (4,9jt)
      • ASUS Eee PC 20GB (4,6jt)
      • HP 2133 Mini-Note 120GB (6,4jt)
      • KOHJINSHA SA5SX04BS 40GB (6,6jt)

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh DariNol MinaNet Cafe Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    KPK Tindaklanjuti Laporan Gubernur Aceh Awal Mei 2008

    Wednesday, 16/04/2008 - 11:18 WIB
    Roni Muchtar - Aceh Hari Ini

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menindaklanjuti laporan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Irwandi Yusuf berkaitan kasus dugaan korupsi penyimpangan penggunaan dana Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) periode 2005-2006 senilai Rp202 miliar di tujuh kabupaten, awal Mei 2008.

    “Jadi, KPK berjanji akan menindaklanjuti laporan saya pada awal Mei 2008,” kata Gubernur NAD, Irwandi Yusuf kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa.

    Pada tanggal 18 Maret 2008, Irwandi Yusuf mendatangi kantor KPK dan melaporkan adanya dugaan korupsi yang terjadi di tujuh kabupaten, yakni Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Gayo Luwes. Dari tujuh daerah ini, menurut Irwandi, penyimpangan paling besar terjadi di Aceh Tenggara.

    Laporan Gubernur diterima oleh Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M. Yasin. Dalam kesempatan itu, M Yasin menyatakan, akan menindaklanjuti laporan penyimpangan peruntukan APBD itu.

    Irwandi menyatakan, laporan penyimpangan itu didasarkan pada hasil audit BPK, dan bukan hasil audit internal pemerintah provinsi.

    “Jadi, KPK saat ini sedang mempelajari hasil audit tersebut, mana yang bisa diteruskan ke penyidikan mana yang tidak, karena item-item yang diduga merugikan negara cukup banyak,” ujarnya.

    Berdasarkan data yang dikeluarkan Gerakan Anti Korupsi Aceh (GeRAK), kasus yang sama juga terjadi di 11 kabupaten/kota lainnya, dengan total kerugian negara Rp1 triliun lebih.

    Manajer Program Pendidikan dan Politik Anggaran pada Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Ambo Ajis menyatakan, indikasi kerugian negara tersebut merupakan hasil udit oleh Auditor Utama Keuangan Negara IV Perwakilan BPK-RI Banda Aceh, Juni 2007.

    Temuan BPK-RI itu dibagi menjadi dua kategori, yakni kasus pertama, indikasi penyimpangan yang berpotensi mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp287 miliar lebih dan penyimpangan administrasi sebesar Rp744 miliar lebih.

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Liberty Reserve

    Write a comment





    Save Atom Stoic Surfpal