FAO Gelar Lokakarya Perikanan di Unsyiah
Rabu, 07/05/2008 - 23:52 WIBRoni Muchtar - Aceh Hari Ini
Banda Aceh, 7 Mei 2008 — Sekitar 200 undangan yang terdiri para nelayan, petambak udang, pedagang ikan (muge), panglima laot, ilmuwan dan para perencana, perwakilan NGO dan donor di sektor perikanan dan pemerintah daerah akan mengikuti lokarkarya (workshop) di Training Centre Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Food and Agriculture Organization (FAO) dan didanai oleh Palang Merah Amerika (American Red Cross) ini berlangsung sejak 8-9 Mei 2008. Sebelumnya, tiga lembaga itu telah melaksanakan Proyek Perikanan tangkap dan Perikanan Budidaya sejak awal 2007 yang akan berakhir pada Juni 2008.
Kegiatan selama dua hari itu untuk membahas berbagai rencana untuk dua tahun ke depan hingga Juni 2010. Selama lokakarya, peserta membicarakan pengembangan sektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya yang berkesinambungan serta untuk memelihara pencaharian masyarakat dan membangun komunitas yang dinamis. Diharapkan, proyek itu dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat yang terkena tsunami dari nelayan hingga staf pemerintah serta membangun investasi sarana dan prasarana yang telah dibangun oleh lembaga donor pasca tsunami.
Lokakarya di bidang perikanan pasca tsunami ini membahas empat komponen kegiatan yaitu perikanan budidaya, pengelolaan bersama perikanan tangkap, pasca panen dan pemasaran serta koordinasi dan perencanaan. Peserta lokakarya ini diikuti oleh 9 dari 18 kabupaten pesisir di Aceh. Di pesisir barat meliputi Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya fokus pada kegiatan pengelolaan perikanan dan penanganan ikan pasca panen. Di pesisir timur mulai dari Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe dan Aceh Utara fokus pada program penanganan paskapanen, pemasaran dan perikanan budidaya. Kegiatan ini juga memberikan dukungan untuk pemerintah dalam meningkatkan koordinasi dan perencanaan di 9 kabupaten tersebut.
Desain keseluruhan proyek dan rencana kerja untuk setahun ini telah disiapkan tahun lalu melalui konsultasi lanjutan yang dilakukan dengan mitra yang berkaitan selama lima bulan. Keterlibatan orang–orang dari berbagai sektor yang luas ini akan direncanakan kembali programnya untuk dua tahun ke depan yang akan dibahas dalam lokakarya ini.
Berita Lainnya :
- Komponen Perikanan Diskusi di Pesisir Barat
- Panglima Laot Minta Nelayan Urus Dokumen Kapal
- Mustafa Abubakar Jadi Dirut Bulog Yang Baru
- Kenduri Laot Lhok Krueng
- Lebih Dari 800 Inong Balee Menerima Bantuan Usaha Kecil
Comments
Comment from zakkir
Time: September 18, 2008 - 3: 51 pm, 3:51 pm
salam,
kami posis di krueng geukueh kami selama ini, mengirim ikan ke medan, untuk saat inikami telah bekeja sama dengan orang malaysia untuk membuat suatu tempat pemrosesan ikan tuna dengan lokasi di medan juga, kepada pemilik ikan tuna yang ada di aceh, kami harap mereka bisa kerja sama dengan kami,
terima kasih














Write a comment