H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Price List

RSS _MY Post IT

RSS _Aan Life Style

Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Laptop UMPC apa yang menjadi pilihan anda ?

      • AXIOO CMPC 30GB (3,6jt)
      • ACER Aspire One 8GB (4jt)
      • ASUS Eee PC 8G (4,6jt)
      • ZYREX Ubud 311 30Gb (4,9jt)
      • ASUS Eee PC 20GB (4,6jt)
      • HP 2133 Mini-Note 120GB (6,4jt)
      • KOHJINSHA SA5SX04BS 40GB (6,6jt)

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Smoking Card MinaNet Cafe Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    Flamini: Saya Pergi Bukan Karena Uang

    Saturday, 17/05/2008 - 13:51 WIB
    Roni Muchtar - Olahraga

    Juli 2007, Flamini mengatakan siap meneken perpanjangan kontrak. Wenger menjawab; ”Kamu harus membuktikan kemampuan kamu. Baru bisa meminta perpanjangan kontrak.” Flamini membuktikan kemampuannya, tapi tidak untuk bertahan di Arsenal.Mathieu Flamini bicara blak-blakan mengenai kepindahannya ke AC Milan. ”Seandainya Arsenal menawarakan perpanjangan kontrak sejak Juli 2007, saya mungkin akan bertahan di Emirates Stadium,” ujar Flamini.

    Dalam wawancara dengan thesun.co.uk, Flamini membantah kepergiannya ke AC Milan semata dipicu oleh tawaran gaji yang jauh lebih besar, dibanding yang disodorkan Arsenal. Ia memilih Milan, karena I Rossoneri adalah klub besar.

    ”Wenger menuduh saya rakus. Itu keliru,” kata Flamini. ”Jika dia menawarkan saya perpanjangan kontrak pada Juli 2007, mungkin saat ini saya masih akan menjadi bagian Arsenal.”

    Pertengahan 2007, Flamini menemuk Wenger dan mengatakan ingin memperpanjang kontraknya. ”Wenger menjawab pernyataan saya dengan mengatakan saya harus lebih dulu membuktikan diri layak mendapat perpanjangan kontrak,” kenang Flamini.

    Pernyataan Wenger membuat Flamini berada pada posisi sulit. Namun Flamini berupaya melihat pernyataan itu secara positif, dan menganggapnya tantangan.

    ”Kalau boleh jujur, sungguh tidak mudah menghadapi tantangan itu,” lanjutnya. ”Saya secara mental harus lebih kuat untuk mengatasinya. Seandainya selama satu musim terakhir saya cedera, masa depan saya mungkin dalam masalah ketika kontrak saya berakhir.”

    Flamini sebenarnya tidak ingin memikirkan hal itu. Ia hanya bersyukur bisa bermain bagus, dan bangga dengan apa yang telah dicapainya di Arsenal.

    Pada saat Arsenal menawarkan perpanjangan kontrak pada Desember 2007, masih menurut Flamini, situasinya tidak lagi sama. The Gunners harus bersaing dengan Milan, Bayern Munich, Barcelona, Inter dan Juventus. Klub-klub itu seakan melakukan segala cara untuk mendapatkannya dari Arsenal.

    ”Yang saya lakukan saat itu adalah tidak menjawab tawaran Arsenal,” katanya. ”Saat itu saya menerima banyak tawaran menggiurkan dari klub-klub besar. Saya juga tidak menjawabnya karena ingin menunggu sampai akhir musim.”

    Alasan lain, saat itu semua pemain diharuskan fokus ke pertandingan. Arsenal harus bermain tiga hari sekali, sehingga tidak ada waktu bagi pemain untuk memikirkan kontrak.

    Flamini sangat kecewa ketika Wenger menyebut kepindahannya ke Milan hanya karena uang, dan menganggap I Rossoneri sebagai klub tak bernilai. ”Saya sangat menghormati Wenger, tapi dia keliru jika mengatakan saya pergi ke Milan karena uang,” Flamini berupaya menahan emosi.

    Milan, masih menurut Flamini, adalah salah satu klub terbesar di dunia; memiliki jutaan fans di seluruh dunia, sejarah kebesaran, dan dengan banyak trofi di lemarinya. Milan adalah pelanggan Liga Champions.

    ”Adalah keliru jika orang beranggapan saya begitu mudah meninggalkan Arsenal, dan menuju Milan,” ujar Flamini. ”Sampai menit terakhir sebelum meneken kontrak dengan Milan, saya masih bingung dan seakan tidak mampu membuat keputusan.”

    Menurut Flamini, sangat menyakitkan baginya melihat publik Emirates yang masih berharap dia tetap bermain untuk Arsenal. Bahkan, katanya, sampai laga terakhir melawan Everton banyak orang masih belum yakin dirinya akan pergi ke Milan.

    ”Saya juga masih tidak yakin akan pergi ke Milan. Saya baru yakin akan ke San Siro, setelah melewat tes kesehatan. Lalu saya mengunjungi Wenger,” cerita Flamini. ”Pertemuan penuh sangat emosional, tapi dia menerima keputusan saya.”

    Flamini juga mengatakan mereka yang mengatakan saya pergi ke Milan karena uang, seharusnya berpikir mengapa pada usia 20 tahun dirinya menerima kontrak Arsenal padahal gaji yang diterimanya tidak berbeda dengan klub tempatnya mengawali karier.

    ”Jika saat itu saya ingin mendapatkan gaji lebih besar, bukan Arsenal yang saya pilih. Saya bisa bermain di klub-klub besar Eropa yang sangguh memberi saya gaji jauh lebih besar,” katanya.

    Flamini juga mengatakan setengah dirinya adalah orang Italia. ”Ayah saya berasal dari Italia, dia pribadi yang mebanggakan. Itulah sebabnya saya ingin pergi ke Italia,” lanjutnya.

    Mengenai masa depan rekan-rekannya; Alexander Hleb dan Cesc Fabregas, Flamini mengatakan; ”Saya tidak tahu. Tapi saya tahu suatu saat mereka akan membuat keputusan seperti ini.”(goal)

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Liberty Reserve

    Write a comment





    Save Atom