Gambar bersejarah dari Mars
Monday, 26/05/2008 - 16:50 WIBRoni Muchtar - Teknologi
Pesawat angkasa luar Nasa telah mengirimkan gambar bersejarah pertama dari wilayah Mars yang belum dieksplorasi. Phoenix mendarat di pinggir Utara Planet Merat itu setelah perjalanan sepanjang 680 juta km dari Bumi. Pesawat itu dilengkapi dengan lengan robotik untuk menggali es yang diperkirakan terkubur di bawah permukaan Mars. Dalam beberap hari mendatang, Phoenix akan melakukan pengkajian di lokasi itu untuk melihat kehidupan di Mars.
Signal tentang pendaratan diterima pada Pukul 23.53 GMT Minggu 25 Mei, atau sekitar pukul 06.00 WIB.
Para ilmuwan dan insinyur di Laboratorium Propulsi Jet, JPL, California, bertepuk tangan dan bersorak ketika signal pendaratan tiba.
“Phoenix telah mendarat dan selamat datang ke kawasan Utara Mars,” begitulah pengumuman dari pengendali penerbangan.
Apakah Ada Air ?
Bagian perjalanan selama 7 menit saat akan mendarat ke Mars dianggap sebagai bagian yang paling sulit dari total 10 bulan perjalanan Phoenix.
Tim Nasa mengawasi semua tahapan dari pendaratan lewat pesan radio yang dikirimkan ke Bumi lewat satelit Odyssey yang mengorbit disekeliling Mars.
“Dalam mimpi saya, tidak berjalan sesempurna yang terjadi malam ini,” kata Barry Goldstein, Manajer Proyek Phoenix di JPL.
Gambar pertama yang memperlihatkan ‘daratan Artik’ tempat Phoenix mendarat merupakan kawasan yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Dalam beberapa hari lagi Phoenix akan memulai misi ilmu pengetahuan yang akan berlangsung selama 3 bulan.
Lengan robotik akanb menggali permukaan Mars dan mengambil sampel tanah dan air untuk dibawa ke dalam pesawat dan kemudian dikaji oleh para ilmuwan.
Dr. Tom Pike, dari Imperial College, London, yang terlbat dalam misi ini mengatakan bahwa tujuan utama adalah untuk melihat di bawah permukaan Mars.
“Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan yang berada di bawah permukaan yang hampir dipastikan ada air,” kata Dr. Tom Pike kepada BBC.
“Air tentu saja amat penting karena merupakan salah satu blok bangunan –salah satu habitat yang dibutuhkan– untuk hidup.”
Tingkat kegagalan tinggi
Mendarat di Mars merupakan pekerjaan yang pelik. Tingkat kegagalan tercatat sekitar 50% sejak Rusia meluncurkan pesawat ruang angkasa pada Tahun 1960.
Bulan September 1999, pesawat ruang angkasa Mars Climate Orbiter, MCO, jatuh di Planet Merah itu setelah kesalahan dalam navigasi karena para tehnisi mencampur-adukkan uit imperial (yang dipakai di Inggris) dengan meter.
Beberapa bulan kemudian, pesawat ruang angkasa lainnya. Mars Polar Lander, MPL, hilang di sekitar Kutub Utara Mars.
Phoenix menggunakan perangkat keras yang serupa dengan Mars Surveyor Lander pada Tahun 2001, yang ditunda karena 2 kegagalan berturut-turut yang menimpa MCO dan MPL.
Phoenix diluncurkan pada tanggal 4 Agustus Tahun 2007 dengan menggunakan roket Delta II dari Tanjung Canaveral, Florida. (bbc)
Berita Lainnya :
- Permukaan Mars Isyaratkan Adanya Air Tanah
- Cina luncurkan misi berawak
- Pesawat angkasa luar Virgin
- Adakah yang mendengar di angkasa luar?
- Yi So-yeon, astronot pertama Korsel













Write a comment