H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Nomor Cantik Price List
Jualan Kaos imsakiyah ramadhan

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Laptop UMPC apa yang menjadi pilihan anda ?

      • AXIOO CMPC 30GB (3,6jt)
      • ACER Aspire One 8GB (4jt)
      • ASUS Eee PC 8G (4,6jt)
      • ZYREX Ubud 311 30Gb (4,9jt)
      • ASUS Eee PC 20GB (4,6jt)
      • HP 2133 Mini-Note 120GB (6,4jt)
      • KOHJINSHA SA5SX04BS 40GB (6,6jt)

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Smoking Card MinaNet Cafe Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    Wagub NAD” Saya Mundur Bila Aceh Dimekarkan “

    Sabtu, 14/06/2008 - 15:06 WIB
    Roni Muchtar - Aceh Hari Ini

    Wakil Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Muhammad Nazar menyatakan akan mundur dari jabatannya jika Pemerintah pusat menyetujui pembentukan provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan Aceh Barat Selatan (ABAS), sebagai hasil pemekaran NAD.”Selama pemerintahan kami, tidak ada pemekaran Provinsi NAD. Kalaupun ada, saya akan mundur dari jabatan Wagub,” katanya di Banda Aceh, Sabtu.

    Nazar menyatakan hal itu berkaitan semakin menguatnya tuntutan masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara dan Aceh Singkil menjadi provinsi “ALA” . Kemudian Kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan dan Simeulu dengan provinsi “ABAS”.

    Wagub Nazar menyatakan, pemekaran Provinsi NAD akan mengganggu perdamaian yang sedang berjalan sekarang ini, karena bertentangan dengan naskah kesepaham an(MoU) yang ditandatangani antara Pemeringah dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, 15 Agustus 2005.

    Untuk itu, ia berharap elit politik di Jakarta harus mengetahui kondisi masyarakat Aceh yang sebenarnya, sehingga tidak mengeluarkan pernyataan membingungkan rakyat yang sedang menikmati kedamaian ini.

    “Kalau tidak mengerti masalah Aceh sebaiknya para elit politik di Jakarta jangan bicara soal Aceh, karena bisa merusak perdamaian yang sedang berjalan,” ujarnya.

    Tuntutan pemekaran

    Sementara itu, tuntutan terhadap pembentukan Provinsi ALA sebagai hasil pemekaran kembali muncul, setelah ribuan warga masyarakat dari berbagai desa melakukan aksi unjuk rasa ke DPR Kabupaten Aceh Tengah di Takengon, Senin (9/6).

    Humas Komite Panitia Pemekaran Provinsi (KP3) ALA, Irvan Rasyid menyatakan, masyarakat melalui DPRK Aceh Tengah mendesak Pemerintah pusatdan DPR mensahkan undang-undang tentang `provinsi` hasil pemekaran ALA.

    Tuntutan pemekaran tersebut juga pernah dilakukan para kepala desa dari wilayah yang termasuk calon provinsi ALA dan ABAS. Mereka mendatangi anggota DPR di Jakarta.

    Ketua Komite Pembentukan Provinsi ABAS Tjut Agam menyatakan, DPR dan pemerintah harus memperhatikan aspirasi pembentukan provinsi baru yang didasari niatan memajukan kesejahteraan rakyat.(ant)

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Write a comment