H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Price List

RSS _MY Post IT

RSS _Aan Life Style

Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Laptop UMPC apa yang menjadi pilihan anda ?

      • AXIOO CMPC 30GB (3,6jt)
      • ACER Aspire One 8GB (4jt)
      • ASUS Eee PC 8G (4,6jt)
      • ZYREX Ubud 311 30Gb (4,9jt)
      • ASUS Eee PC 20GB (4,6jt)
      • HP 2133 Mini-Note 120GB (6,4jt)
      • KOHJINSHA SA5SX04BS 40GB (6,6jt)

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Smoking Card MinaNet Cafe Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    Cegah Deportasi Warga Aceh di Malaysia, Tingkatkan Lobi

    Tuesday, 24/06/2008 - 23:40 WIB
    Roni Muchtar - Aceh Hari Ini

    Rencana Pemerintah Malaysia melakukan deportasi terhadap sekitar 24 ribu warga Aceh di Malaysia yang mendapat kartu tsunami (tsunami card) pada tahun ini perlu disikapi secara serius. Pemerintah Aceh diminta untuk meningkatkan lobi kepada Pemerintah Malaysia agar masa tinggal korban tsunami di negeri jiran itu bisa diperpanjang setahun lagi. Jika pun warga Aceh dikembalikan tahun ini, maka ini semakin menambah beban kerja Pemerintah Aceh jelang masa rehabilitasi berakhir pada 2009. Demikian sebut Teungku Imam Syuja’ anggota DPR asal Aceh kepada wartawan, Selasa (24/6).

    Imam menghaturkan penghargaan dan ucapan tahniah kepada Pemerintah Malaysia yang telah memberikan izin tempat tinggal kepada ribuan warga Aceh pasca tsunami. Dengan kartu tsunami, maka warga Aceh merasa aman dalam bekerja dan tidak takut ditangkap oleh polisi Malaysia. Di sisi lain, Pemerintah Aceh tetap diminta melakukan lobi-lobi tingkat tinggi sebagaimana yang dilakukan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tahun lalu. Hasilnya, sambung Imam, Irwandi berhasil menyakinkan Pemerintah Malaysia untuk memperpanjang masa tinggal pemegang kartu tsunami hingga Agustus 2008.

    Imam menawarkan, jika pun Pemerintah Malaysia bersikap keras ingin mengakhiri izin tinggal kepada pemegang kartu tsunami, maka lakukan hal ini secara bertahap. Sebab mengembalikan 24 ribu warga Aceh butuh kerja keras dan biaya yang tidak sedikit. Alternatif lain, pemegang kartu tsunami ditarik dan diganti dengan kartu izin kerja. Kehadiran warga Aceh dan Indonesia lainnya ikut membantu menyediakan tenaga kerja di negeri jiran itu.  Imam tak menampik, persoalan pelik ini bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Aceh saja tapi Pemerintah Pusat juga harus memikirnya.

    Malaysia menampung sekitar 30.000 masyarakat Aceh pasca tsunami 26 Desember 2004 dengan harapan mereka dapat mencari dan meneruskan kehidupan. Setelah perdamaian Indonesia-GAM, sebagian warga Aceh kembali ke kampung halaman yang kini tersisa 24.000 jiwa pemegang kartu tsunami.

    Gaung rencana Pemerintah Malaysia melakukan deportasi warga Aceh disampaikan oleh tokoh masyarakat Aceh di Malaysia Basri bin Yusuf di Chow Kit Kuala Lumpur pada 8 Juni lalu. Dalam perayaan maulid yang digelar oleh masyarakat Aceh di Malaysia, Basri meminta kepada Dubes Indonesia Da’i Bachtiar untuk melobi kerajaan Malaysia untuk memperpanjang kartu tsunami bagi sekitar 24.000 warga Aceh di Malaysia. (antero)

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Liberty Reserve

    Comments

    Comment from AneukPanton
    Time: July 16, 2008 - 8: 37 pm, 8:37 pm

    Asslkm. Kamoe mohon deungoen seugala keureundahan hate bak gubernur, neu bantu kamoe neu lobi keurajaan malaysia nyak ji samboeng lom kad tsunami. Kamoe kon han meuwo u aceh, tapi kamoe nyoe ureung hana sapue na. Teurimoeng geunaseh.

    Comment from anek rantau
    Time: August 26, 2008 - 5: 52 pm, 5:52 pm

    a’skum…kami mohon kepada gubernur aceh dan pemerintah pusat
    dg penuh harapan semoga kat tsunami di perpanjang kan lagi.terima kasih

    Write a comment





    Save Atom