Limbah elektronik dibahas di Bali
Selasa, 24/06/2008 - 10:25 WIBRoni Muchtar - Teknologi
Pertemuan internasional mengenai manajemen mulai berlangsung di Bali untuk menekankan risiko limbah berbahaya. Pertemuan ini dihadiri oleh menteri dari 170 negara, yang telah ikut menandatangani Konvensi Basel PBB mengenai Manajemen Limbah. Para delegasi dalam forum tersebut mempertimbangkan pendirian sebuah lembaga baru untuk menangani limbah elektronika dan komputer.
Wartawan BBC mengatakan, kelompok lingkungan Greenpeace telah lama berkampanye menentang aliran limbah komputer Amerika Serikat ke Cina.
Di negara tersebut, pekerja yang tidak mendapatkan perlengkapan pelindung melelehkan papan rangkaian circuit boards untuk memperoleh bahan logam berharga dengan risiko kesehatan.
Namun, Greenpeace mengatakan, volume lalulintas barang ke Cina selatan, sering melalui Hong Kong, mempermudah penyelundupan ke Cina.
Hong Kong memiliki UU yang mengatar limbah elektronik atau e-waste, tapi tidak mencakup papan rangkaian dalam definisinya, kata wartawan BBC Vaudine England .
Amerika Serikat belum meratifikasi konvensi tersebut.
Pertemua di Bali juga mengagendakan pembahasan laporan mengenai semua jenis limbah berbahaya, mulai dari pembelahan kapal bekas hingga keracunan merkuri. (bbc)














Write a comment