H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Price List

RSS _MY Post IT

RSS _Aan Life Style

Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Laptop UMPC apa yang menjadi pilihan anda ?

      • AXIOO CMPC 30GB (3,6jt)
      • ACER Aspire One 8GB (4jt)
      • ASUS Eee PC 8G (4,6jt)
      • ZYREX Ubud 311 30Gb (4,9jt)
      • ASUS Eee PC 20GB (4,6jt)
      • HP 2133 Mini-Note 120GB (6,4jt)
      • KOHJINSHA SA5SX04BS 40GB (6,6jt)

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Smoking Card MinaNet Cafe Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    Epidemi HIV/Aids ‘bencana dunia’

    Friday, 27/06/2008 - 10:32 WIB
    Roni Muchtar - Umum

    Epidemi Aids berkembang begitu parah di beberapa negara, sehingga seyogyanya digolongkan sebagai bencana, kata Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC). Krisis tersebut memenuhi definisi bencana sebagai kejadian di luar kemampuan menghadapi oelh satu masyarakat, kata IFRC. Laporan tahunan IFRC mengenai bencana dunia biasanya berkonsentrasi pada bencana alam tertentu, seperti gempa bumi.

    Laporan IFRC menyebutkan, sebagian dana yang dikeluarkan untuk Aids tidak mencapai mereka yang memerlukan. Tahun ini, Federasi Masyarakat Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah menyimpang dari tradisi laporan bencana dunianya, dan berfokus pada yang kondisi yang dikatakan sebagai salah satu masalah jangka panjang dan kompleks yang menghadang dunia: epidemi HIV/Aids.

    ‘Pilihan lebih mudah’

    Menurut standar apa pun, epidemi ini merupakan bencana global: 25 korban meninggal, 33 juta orang hidup dengan mengidap HIV/Aids, dan 7,000 infeksi baru setiap hari. IFRC mendapati tanggapan dunia tidak memadai. Mungkin ada miliar dollar dibelanjakan untuk memerangi Aids, namun laporan IFRC memperingatkan, sebagian besar uang tadi tidak ditujukan sebagaimana mestinya dan tidak mencapai mereka yang paling memerlukan.

    “Ketika sejarah HIV and Aids ditulis, saya rasa orang-orang akan mengatakan kita menuju ke pilihan-pilihan lebih mudah,” kata Dr Mukesh Kapila, wakil khusus the IFRC untuk HIV/Aids. Pendidikan umum dan kesadaran umum telah dilakukan, kata Kapila, namun orang-orang berisiko seperti pekerja seks dan pengguna narkoba suntik sulit ditangani banyak pemerintah. Menurut IFRC, bidang lain yang dinilai kurang ditanggapi adalah pendekatan terhadap HIV/Aids selama bencana alam atau konflik.

    Faktor risiko untuk penyakit tersebut mungkin meningkat, sedangkan pada saat yang sama - dalam ketergesa-gesaan untuk menyampaikanh bantuan darurat - kebutuhan para pasien HIV/Aids mungkin terlupakan.(bbc)

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Liberty Reserve

    Write a comment





    Save Atom