WFP perluas operasi di Korut
Selasa, 01/07/2008 - 12:01 WIBRoni Muchtar - Umum
Badan Pangan Dunia, WFP, mengatakan telah mencapai kesepakatan untuk memperluas pekerjaan mereka di Korea Utara. Dengan kesepakatan itu maka WFP akan bisa mencapai 5 juta warga di negara yang sedang dilanda bencana kelaparan itu dari sekitar 1 juta warga seperti dalam situasi saat ini. Kesepakatan dicapai bersamaan dengan tibanya batuan pangan dari Amerika Serikat di negara itu, sebagai bagian dari janji AS untuk menyalurkan 500.000 ton bantuan.
Berdasarkan kesepakatan tersebut maka 50 tambahan pemantau internasional akan mengawasi distribusi bantuan dan akan mendapat akses –yang selama ini tidak diperoleh– ke kawasan pedesaan.
Sementara itu semakin meningkat kekuatiran akan ancaman kelaparan yang dihadapi Korea Utara.
Negara ini memang mengandalkan bantuan pangan internasional selama bertahun-tahun, namun bencana banjir besar tahun lalu telah menghancurkan panen. Diperkirakan sekitar 1 juta warga Korea terancam bencana kelaparan pada akhir Tahun 1990-an dan jumlah itu tampaknya semakin bertambah.
Meluas secara dramatis
Tony Banbury, Direktur Wilayah WFP, mengatakan mereka kini bisa memperluas secara dramatis operasi bantuan mereka di Korea Utara.
“Dengan kesepakatan ini, maka WFP berada dalam posisi untuk menjangkau lebih banyak orang yang kelaparan dan memperluas serta melengkapi
sistem pengawasan,” kata Tony Banbury.
Distribusi pangan akan diperluas dari 50 kecamatan yang ada sekarang menjadi 128 kecamatan, termasuk kawasan yang selama ini tertutup bagi bantuan pangan.
Selama beberapa pekan belakangan, PBB melakukan perundingan ketat dengan pemerintah Korea Utara untuk menjamin akses penuh bagi stafnya dalam mencapai kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan.
Kesepakatan yang ditanda-tangani Jumat pekan lalu ini akan memungkinkan kehadiran WFP terbesar di Korea Utara, yang membatasi perjalanan bagi warga asing.
Pekan lalu, pemerintah Pyongyang memberikan deklarasi tentang kegiatan nuklirnya dan sebagai imbalan, pemerintah Amerika Serikat mencabut Korea Selatan dari daftar negara yang mendukung terorisme.
Laporan-laporan menyebutkan pertemuan 6 negara yang akan membahas langkah maju dari perundingan nuklir Koera Utara akan dilanjutkan sbulan depan. (bbc)














Write a comment