Rudi Soedjarwo Rilis “Liar”
Sunday, 06/07/2008 - 01:07 WIBRoni Muchtar - Musik & Film
Setelah baru-baru ini sempat membesut sebuah drama keluarga berlatar cinta dalam “In The Name of Love” (2008), sutradara Rudi Soedjarwo kembali lagi dengan sebuah karya yang mengusung tema tentang balapan liar di jalanan lewat film aksi bertajuk “Liar”. Dalam jumpa pers yang berlangsung di Setiabudi Building Jakarta pada Rabu (2/7) lalu. Rudi memaparkan kalau tema pembalap jalanan sangat jarang diangkat ke layar lebar oleh sineas Hollywood bahkan sineas Eropa sekali pun. “Terus terang referensi film Liar ini nggak ada sama sekali. Sepanjang sejarah cuma ada satu dua film Hollywood yang mengangkat tema seperti ini”, jelasnya.
Dalam film terbarunya tersebut, Rudi kembali mengajak banyak bintang muda untuk turut bermain. Sebut saja nama aktor muda Raffi Ahmad dan Irgi Ahmad Fahrezi yang sebelumnya beken di arena presenter. “Saya memilih Raffi, Irgi serta Asmirandah dan Intan karena pertimbangan juga bahwa mereka yang terbaik yang ada saat saya mau bikin film ini. Berkat mereka juga film ini jadi lebih penuh warna dan bagus secara kualitas!”, tandas Rudi lagi.
Konon sejak film horornya “40 Hari Bangkitnya Pocong” gagal diterima pasar, Rudi mulai banting setir kembali dengan proyek film idealismenya. “Bagi saya film Indonesia saat ini mau ikut selera pasar atau nggak, sama saja! Sama-sama nggak bisa diprediksi juga mau laku atau tidak laku, jadi lebih baik saya bikin film yang saya mau saja, jadi kalau nggak laku ya saya nggak sakit hati juga, toh saya bikin film yang saya sukai!”, tegasnya.
Lalu apa pesan yang ingin disampaikan oleh sutradara yang mengawali karir lewat film indie “Tragedy” (2001) ini? “Saya pengen sampaikan pesan ke masyarakat bahwa pengendara motor itu imej-nya nggak cuma ugal-ugalan di jalanan tapi mereka bisa bikin sesuatu yang positif juga!”, tambah Rudi lagi. (amc)
Berita Lainnya :
- Rudi Soedjarwo: “Bikin Horor Itu Berat”
- Laskar Pelangi Siap Edar September
- Film Pertama Komeng
- Dian Sastro Main Rahasia
- FFI 2006 “Anti klimaks sebuah kompetisi”













Write a comment