H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Price List

RSS _MY Post IT

RSS _Aan Life Style

Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Laptop UMPC apa yang menjadi pilihan anda ?

      • AXIOO CMPC 30GB (3,6jt)
      • ACER Aspire One 8GB (4jt)
      • ASUS Eee PC 8G (4,6jt)
      • ZYREX Ubud 311 30Gb (4,9jt)
      • ASUS Eee PC 20GB (4,6jt)
      • HP 2133 Mini-Note 120GB (6,4jt)
      • KOHJINSHA SA5SX04BS 40GB (6,6jt)

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Smoking Card MinaNet Cafe Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    Rudi Soedjarwo Rilis “Liar”

    Sunday, 06/07/2008 - 01:07 WIB
    Roni Muchtar - Musik & Film

    Setelah baru-baru ini sempat membesut sebuah drama keluarga berlatar cinta dalam “In The Name of Love” (2008), sutradara Rudi Soedjarwo kembali lagi dengan sebuah karya yang mengusung tema tentang balapan liar di jalanan lewat film aksi bertajuk “Liar”. Dalam jumpa pers yang berlangsung di Setiabudi Building Jakarta pada Rabu (2/7) lalu. Rudi memaparkan kalau tema pembalap jalanan sangat jarang diangkat ke layar lebar oleh sineas Hollywood bahkan sineas Eropa sekali pun. “Terus terang referensi film Liar ini nggak ada sama sekali. Sepanjang sejarah cuma ada satu dua film Hollywood yang mengangkat tema seperti ini”, jelasnya.

    Dalam film terbarunya tersebut, Rudi kembali mengajak banyak bintang muda untuk turut bermain. Sebut saja nama aktor muda Raffi Ahmad dan Irgi Ahmad Fahrezi yang sebelumnya beken di arena presenter. “Saya memilih Raffi, Irgi serta Asmirandah dan Intan karena pertimbangan juga bahwa mereka yang terbaik yang ada saat saya mau bikin film ini. Berkat mereka juga film ini jadi lebih penuh warna dan bagus secara kualitas!”, tandas Rudi lagi.

    Konon sejak film horornya “40 Hari Bangkitnya Pocong” gagal diterima pasar, Rudi mulai banting setir kembali dengan proyek film idealismenya. “Bagi saya film Indonesia saat ini mau ikut selera pasar atau nggak, sama saja! Sama-sama nggak bisa diprediksi juga mau laku atau tidak laku, jadi lebih baik saya bikin film yang saya mau saja, jadi kalau nggak laku ya saya nggak sakit hati juga, toh saya bikin film yang saya sukai!”, tegasnya.

    Lalu apa pesan yang ingin disampaikan oleh sutradara yang mengawali karir lewat film indie “Tragedy” (2001) ini? “Saya pengen sampaikan pesan ke masyarakat bahwa pengendara motor itu imej-nya nggak cuma ugal-ugalan di jalanan tapi mereka bisa bikin sesuatu yang positif juga!”, tambah Rudi lagi. (amc)

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Liberty Reserve

    Write a comment





    Save Atom