H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Price List

RSS _MY Post IT

RSS _Aan Life Style

Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Laptop UMPC apa yang menjadi pilihan anda ?

      • AXIOO CMPC 30GB (3,6jt)
      • ACER Aspire One 8GB (4jt)
      • ASUS Eee PC 8G (4,6jt)
      • ZYREX Ubud 311 30Gb (4,9jt)
      • ASUS Eee PC 20GB (4,6jt)
      • HP 2133 Mini-Note 120GB (6,4jt)
      • KOHJINSHA SA5SX04BS 40GB (6,6jt)

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Smoking Card MinaNet Cafe Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    Nidjiholic Belajar Industri Musik

    Sunday, 03/08/2008 - 10:17 WIB
    Roni Muchtar - Musik & Film

    Acara off stage A Mild Live Soundrenaline 2008, Free Your Voice di kota Malang, yang kali ini menghadirkan Nidji, sarat dengan muatan edukatif. Sebagai pelaku industri musik, Nidji merasa perlu mengkampanyekan “gerakan anti pembajakan” kepada para fans-nya, agar selalu membeli CD dan kaset asli, bukan bajakan. Karena imbas dari pembajakan akan merugikan banyak pihak, tidak hanya sang artis, namun juga keseluruh elemen yang berhubungan dengan sang artis, seperti label dan artis management.

    Untuk itulah, Nidji memberikan workshop singkat kepada para fans-nya, tentang bagaimana susah dan beratnya perjuangan untuk membuat sebuah karya musik. Para Nidjihoic yang malam tadi (2/8) datang, dibagi menjadi kelompok-kelompok yang nantinya akan membuat sebuah CD berisikan lagu ciptaan mereka sendiri, lengkap dengan cover albumnya. Pembagian kelompok ini berdasarkan pada minat masing-masing peserta, ada yang bertugas sebagai manager, produser dan musisi yang membuat lagu lalu merekamnya, tentunya dengan arahan dari para personil Nidji.

    Para musisi “dadakan” tersebut akhirnya terpilih dari kalangan Nidjiholic sendiri, yang terdiri dari: Ciky, Galih, Opi (vokal), Ozy (gitar), Dani (drum), Putri (keyboard) dan momon bass. Mereka lalu menamakan diri mereka “The Miracles”. The Miracles ini selanjutnya diharuskan membuat sebuah lagu beserta liriknya yang nantinya akan direkam. Sedangkan kelompok manager dan produser, diharuskan menentukan tema, image band, bentuk cover, sampai hal-hal lain seputar persiapan manggung.

    Langkah pembelajaran yang dilakukan oleh Nidji ini dimaksudkan agar, para fans mereka bisa merasakan bagaimana susahnya membuat sebuah karya musik dan memprmosikannya sampai bisa mencapai puncak ketenaran. Dengan merasakan “kesusahan” tersebut, impact yang diharapkan adalah, mereka jadi berpikir untuk stop membeli CD atau kaset bajakan. “Ternyata susah banget yah, aku juga sampai bingung. Ternyata orang-orang di balik sebuah band, seperti manager dan produser itu berpengaruh besar buat karir sebuah band”, ucap Wahyu, salah satu Nidjiholic asal Malang. “Setelah tahu semua ini, aku pasti bakal kesel banget sama orang yang beli CD bajakan, ternyata susah banget buat membuat album,” ucap rekan Wahyu lainnya.

    Tapaknya usaha yang dilakukan Nidji telah berhasil menggugah hati penggemarnya untuk tidak membeli CD bajakan. Bukan hanya CD Nidji, tapi mereka juga diharapkan menghargai hasil karya musisi dalam negeri lainnya. Great Job Guys, dan buat A Milders, ayo tunjukin sikap anti pembajakan loe semua dengan selalu membeli CD dan Kaset yang asli.(amc)

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Liberty Reserve

    Write a comment





    Save Atom