H!NAMagazine.Com
Price List 80

Main menu:


aCeh MasterWeb

Arsip Berita


 
ANeukAceh.Com

Komentar Anda

Price List

RSS _MY Post IT

RSS _Aan Life Style

Jualan Kaos

Google Search


[H!] WEB

  • Polling

    • Laptop UMPC apa yang menjadi pilihan anda ?

      • AXIOO CMPC 30GB (3,6jt)
      • ACER Aspire One 8GB (4jt)
      • ASUS Eee PC 8G (4,6jt)
      • ZYREX Ubud 311 30Gb (4,9jt)
      • ASUS Eee PC 20GB (4,6jt)
      • HP 2133 Mini-Note 120GB (6,4jt)
      • KOHJINSHA SA5SX04BS 40GB (6,6jt)

      View Results

      Loading ... Loading ...

    ARSIP POOLING

  • Kontiki 101.2FM Banda Aceh Flamboyan 105.2FM - Banda Aceh DariNol Smoking Card MinaNet Cafe Shelter Event Organizer Gorengan R-K
    Streamers.Asia

    Dave Matthews Band Berduka

    Wednesday, 20/08/2008 - 15:17 WIB
    Roni Muchtar - Musik & Film

    Satu lagi, kita ditinggalkan oleh musisi kenamaan yang menjadi bagian penting di Dave Matthews Band. Ia adalah LeRoi Moore (46), pemain Saxophone, sang pengisi nuansa jazz-elektik untuk band tersebut. Ia meninggal selasa (19/08) kemarin, karena menderita komplikasi yang disebabkan oleh kecelakaan yang dialaminya pada bulan Juni lalu. Moore meninggal di Hollywood Presbyterian Medical Center, seperti yang diungkap oleh situs resmi Dave Mathews Band.

    Moore memasuki masa hospitalisasi akhir Juni lalu setelah mengalami kecelakaan yang terjadi di Charlottesville. Selanjutnya ia dipulangkan kerumahnya di Los Angeles untuk memulai program rehabilitasi fisik. Setelah komplikasi kembali menyerangnya, LeRoi dikembalikan ke rumah sakit pada 17 Juli, seperti yang diungkapkan oleh band.

    Ambrosia Healy, Publisist band, mengatakan kalau show mereka selasa malam di Los Angeles tidak dibatalkan. Saxophonist Jeff Coffin, yang bermain untuk Bela Fleck and The Flecktones, menggantikan posisi LeRoi untuk tur musim panas Dave Matthews Band.

    Selamat jalan LeRoi Moore, permainan musikmu akan selalu dikenang, beriringan dengan perkembangan Dave Matthews Band. Permainan musiknya akan selalu bisa terdengar di “What Would You Say”, “Crash Into Me”, “Satellite”, dan lagu-lagu lainnya. “Saya memiliki space yang cukup untuk bisa improvisasi, dan menyalurkan ide baru,” katanya tentang band. Improvisasi khasnya kini telah tiada, tapi bukan berarti Dave Matthews Band mati tanpa ide-ide segar yang sudah tertanam di kepala mereka melalui kontribusi yang sudah diberikan LeRoi.(amc)

    Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

    Berita Lainnya :

    Liberty Reserve

    Write a comment





    Save Atom