Fotografi

Memotret Makro dengan kamera Pocket

Friday, 19/09/2008 - 14:16 WIB - Oleh: Saiful Azhari

Berikut adalah salah satu trik untuk memaksimalkan penggunaan pocket camera lebih khusus dalam sesi pemotretan jarak dekat (makro/mikro). Trik ini tidak harus meng-”hack” maupun men-disfigure salah satu peralatan yang ada di dalam kamera, seperti yang biasa dilakukan untuk kamera kelas SLR. Caranya memalfungsikan salah satu peralatan/ salah satu jeroan kamera contohnya untuk memaksimalkan sesi pemotretan IR (InfraRed), mereka melepas IR blocking filter di kameranya dan menggantinya dengan IR pass filter. Namun itu semua tentu ada konsekuensinya yaitu: kamera tersebut tidak bisa lagi digunakan untuk potografi konvensional.

Untuk memaksimalkan pengambilan gambar makro (bahkan lebih bagus lagi misalnya sampai serat kainpun terlihat jelas sekali), maka untuk jenis pocket (eksperimen menggunakan merk Orite 3 Mpix) dibutuhkan sebuah alat bantu.

Nah alat bantu ini biasanya banyak didapatkan di tempat2 service mesin fotocopy, atau bahkan penjualan barbek (barang bekas) khusus foto copy, ini adalah sebagai alat untuk membesarkan hasil fotocopy dan letaknya tepat dibawah kaca untuk meletakkan dokumen. Kalau melihat bentuknya, mungkin saja bisa dibuat sendiri atau dengan alat lain yang kurang lebih fisiknya seperti itu. Selongsong yang ujungnya ada kaca cembung ini terbuat dari sejenis plastik tahan panas.

Kelemahan dari trik ini ialah tidak bisa mengambil gambar utuh untuk ukuran besar tertentu. Namun sebaliknya “sangat bisa” untuk mengambil detail objek atau binatang kecil misalnya : serangga, lalat, nyamuk dan yang super kecil.

Caranya : Mudah sekali…

  1. Set kamera ke makro, dan Letakkan alat tersebut menempel menutupi lensa . (bagian lensa di alat tersebut ada dibagian luar !)
    Kalau ga mau repot, alat tersebut rekatkan saja dengan selotip jadi lebih leluasa mengambil object. (beberapa foto disini di ambil dengan cara dipegang) karena lebih mudah untuk mengikuti objek dan kalau cahaya membias ke dalam alat ini lebih mudah menggesernya.
    Walaupun pada akhirnya kalau hasil foto terkena bias sinar saya lakukan crop. Toh yang penting POI and detail object-nya kena.
  2. Lihat objek di LCD, (seperti biasa shutter ditekan setengah) sampai mendapatkan objek yang diinginkan atau sampai terlihat yang paling fokus dan detail yang diinginkan, lalu…jpret!! selesai…
    Ehh…lebih baik kalau pake pocket, suara peniru bunyi jepretan di nonaktifkan aja… (selain terasa aneh juga bisa hemat battery kalau di nonfungsikan)
    Karena pakai bantuan lensa (konvensional! :) ), maka yang aktif ialah kita sendiri yang me-maju mundurkan kamera. (kalau pakai zoom kayaknya malah bikin ribet deh ngatur fokusnya, lebih baik deketin objek langsung aja.)
    Agak susah dikitlah…. soalnya kan ga pakai tripod. Kalau mo pakai tripod jangan lupa shoot-nya pakai timer, biar gambarnya ga meleleh-leleh.
  3. Khusus moto lalat, dan sebangsanya yang terkenal liar, biasanya dibuat agak teler agar lebih mudah difotonya, atau terpaksa mengendap-endap lalu pelan2 deketin objek.
  4. Bantuan Pencahayaan : mutlak!.Bisa pakai bantuan kreasi yang ada di artikel lain (lampu makro) .pakai lampu led bright white (putih), atau sinar matahari langsung. Saya lebih suka dengan bantuan cahaya matahari pagi.
  5. Ga perlu lensa tele, karena bagian belakangnya sudah blur dengan sendiri.
  6. Mungkin ini yang terakhir, pas motret, lihat objeknya jangan pakai viewfinder!!! bisa pusing toejoeh keliling, soalnya bisa ga sampai 1 cm jarak objek dengan lensa.
    Jadi untuk mudahnya, pakailah selalu LCD monitor untuk foto makro anda

Hidup pocket kamera!!!!

hasil photonya contohnya begini : (seperti foto sblmnya,: tanpa oldig sama sekali)

****web fotoexclusive

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index