Bakal Makin Banyak Orang Kurang Gizi Akibat Krisis Global
Thursday, 09/10/2008 - 09:43 WIBRoni Muchtar - Umum
Harga bahan bakar dan makanan yang melambung akan menambah 44 juta
orang yang kekurangan gizi, demikian laporan yang disiarkan Bank Dunia,
Rabu. Meskipun kenaikan harga bahan bakar dan makanan tak bergejolak dalam
beberapa bulan belakangan, harga tetap jauh lebih tinggi dibandingkan
dengan beberapa tahun sebelumnya dan memperlihatkan sedikit tanda
penurunan mencolok, demikian antara lain isi laporan itu –yang diberi
judul “Rising food and fuel prices: addressing the risks to future
generations”. Jumlah kekurangan gizi di seluruh dunia akan menjadi 967
juta orang.
Keluarga miskin di seluruh dunia terus terdorong ke tebing kelangsungan
hidup, sehingga jutaan anak mengalami kerusakan kesehatan yang tak
dapat diperbaiki. Saat banyak keluarga mengurangi pengeluaran, juga
terdapat resiko sangat besar bagi kondisi pendidikan anak-anak miskin.
“Meskipun perhatian rakyat di negara maju terpusat pada krisis
keuangan, banyak orang lupa bahwa krisis kemanusiaan bahwa krisis
kemanusiaan dengan cepat terurai di negara berkembang. (Kondisi) itu
mendorong orang miskin ke tebing kelangsungan hidup,” kata Presiden
Bank Dunia Robert B. Zoellick.
Ia memperingatkan, “Krisis keuangan hanya akan menambah sulit negara
berkembang melindungi rakyat mereka yang paling rentan dari dampak
kenaikan harga bahan bakar dan makanan.”
Laporan tersebut, yang direncanakan disiarkan Ahad untuk Komite
Pembangunan dalam Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan IMF, menekankan
krisis bahan bakar dan makanan dapat memiliki dampak jangka panjang
pada negara dan orang miskin.
Pada Mei, Bank Dunai meluncurkan program keuangan cepat bernilai 1,2
miliar dolar AS guna membantu negara miskin menanggulangi krisis
makanan. Sejak itu, sebanyak 850 juta dolar AS telah disediakan untuk
mendanai program pembenihan, penanaman pohon dan makanan.
Pada April, Zoellick menyerukan Kesepakatna baru bagi Kebijakan Pangan
Global, yang meliputi tindakan jangka pendek, menengah dan panjang
untuk memberi bantuan segera bagi petani dan orang miskin dan pada saat
yang sama dilakukan peningkatan produksi makanan.(antara)
Berita Lainnya :
- Asia Cemaskan Meningkatnya Kemiskinan dan Keresahan Akibat Naiknya Harga Pangan
- Krisis tingkatkan pengangguran
- PBB peringatkan inflasi pangan
- ASI Eksklusif Penangkal Gizi Buruk pada Bayi
- 220 juta hadapi kelaparan











Write a comment